<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bloge Pandir</title>
	<atom:link href="http://supandir.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://supandir.wordpress.com</link>
	<description>...Berbagi Tentang Sedikit yang Kumiliki...</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Nov 2011 02:11:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='supandir.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Bloge Pandir</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://supandir.wordpress.com/osd.xml" title="Bloge Pandir" />
	<atom:link rel='hub' href='http://supandir.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>ANTARA HABIB MUNZIR &amp; ISLAM JAMA’AH</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2011/11/22/antara-habib-munzir-islam-jamaah/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2011/11/22/antara-habib-munzir-islam-jamaah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Nov 2011 02:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[ANTARA HABIB MUNZIR &#38; ISLAM JAMA’AH (Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil) PENIPUAN TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama’ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=183&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ANTARA HABIB MUNZIR &amp; ISLAM JAMA’AH</strong></p>
<p><strong>(Pernyataan Habib Munzir : Fatwa Orang Tidak Bersanad Adalah Batil)</strong></p>
<p><strong>PENIPUAN TERHADAP UMAT ISLAM INDONESIA</strong></p>
<p>Penipuan besar-besaran telah dilakukan oleh Nur Hasan Ubaidah (pendiri sekte Isalam Jama’ah) kepada umat Islam di Indonesia. Nur Hasan Ubaidah tiba-tiba datang di Indonesia dengan mengaku-ngaku membawa sanad mangkul hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menyatakan bahwa orang yang Islamnya tidak bersanad (tidak mangkul) maka islamnya diragukan.</p>
<p>Ternyata… Nur Hasan Ubaidah ini mengaku-ngaku telah mengambil sanad dari kota Mekah negerinya kaum Wahabi. Jadi rupanya Nur Hasan Ubaidah ini mengambil sanad dari kaum wahabi !!???. Akan tetapi anehnya tidak seorangpun ulama di Kerajaan Arab Saudi yang berpemikiran ngawur seperti Nur Hasan Ubaidah ini.</p>
<p>Hingga sekarang Islam Jama’ah masih berusaha mengirim murid-muridnya ke Ma’had al-Harom di Mekah untuk berusaha menyambung sanad (karena konon isnad yang dibawa oleh Nur Hasan Ubaidah telah hilang atau kurang lengkap). Lagi-lagi Islam Jama’ah menguber-nguber sanad dari kaum Wahabi.</p>
<p>Berkembanglah pemikiran sesat sekte Islam Jama’ah ini di tanah air yang dibangun di atas kedustaaan besar-besaran dan penipuan besar-besaran terhadap kaum muslimin di Indonesia, bahwasanya siapa saja yang Islamnya tidak bersanad maka diragukan keabsahannya.</p>
<p>Anehnya… yang mau menerima doktrin Nur Hasan Ubaidah ini hanyalah sebagian masyarakat muslim Indonesia. Kalau seandainya doktrin dan propaganda Nur Hasan Ubaidah ini dilontarkan di Negara-negara Arab maka tentunya Nur Hasan Ubaidah ini akan dianggap sebagai badut pemain sirkus yang pintar melawak !!!!</p>
<p><strong>MIRIP TAPI TAK SAMA !!<span id="more-183"></span></strong></p>
<p>Habib Munzir Al-Musaawa…. dengan mudahnya mencela para ulama wahabi (seperti syaikh Bin Baaz, Ibnu Al-’Utsaimiin, dan Syaikh Al-Albani) dengan berhujjah : <strong>ULAMA WAHABI TIDAK BERSANAD !!!!</strong></p>
<p>Sehingga murid-murid sang habib dan para pengagumnya menyerukan sebagaimana seruan sang Habib…: “Para ulama wahabi tidak bersanad !!!”, sehingga ilmu mereka diragukan…!!!, ilmu hadits mereka dangkal..!!!, Fatwa mereka batil dan tertolak…!!!</p>
<p>Dan tuduhan-tuduhan dan olok-olokan yang lainnya yang keluar dari mulut sang Habib beserta para pengagumnya.</p>
<p>Kalau dipikir-pikir pemikiran Habib Munzir agak mirip dengan doktrin Nur Hasan ‘Ubaidah pendiri sekte Islam Jama’ah, akan tetapi setelah direnungkan ternyata tidak sama.</p>
<p>Berikut saya sebutkan <strong>dua kesimpulan</strong> dari perkataan-perkataan Sang Habib tentang ulama yang tidak bersanad.</p>
<p><strong>PERTAMA </strong>: Habib Munzir menuduh ulama wahabi tidak punya sanad. Bahkan dengan berani Habib Munzir menantang dan berkata :</p>
<p>“Saudaraku, maaf, <strong>tunjukkan satu saja seorang ulama wahabi yg punya sanad kepada Muhadditsin?</strong>, atau sanad guru yg muttashil kepada Rasulullah saw, kami ahlussunnah waljamaah berbicara hadits kami mempunyai sanad kepada kutubussittah dan muhadditsin, kami bukan menukil dan <strong>menggunting gunting ucapan</strong> ulama lalu berfatwa semaunya.<br />
<strong>tiada ilmu tanpa sanad, maka fatwa tanpa sanad adalah batil</strong>.<br />
(lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=7&amp;id=9654#9654)</p>
<p>Bahkan Habib Munzir menuduh bahwasanya tidak ada satu orang wahabipun yang hafal 10 hadits beserta sanadnya.</p>
<p>“…<strong>Wahabi dan kelompoknya yg mereka itu tak hafal 10 hadits pun berikut sanad dan hukum matannya</strong>. hafal hadits berikut sanad dan matannya adalah hafal haditsnya, dan nama nama periwayatnya sampai ke Rasul saw berikut riwayat hidup mereka, guru mereka, akhlak mereka, kedudukan mereka yg ditetapkan para Muhadditsin, dan lainnya.</p>
<p><strong>namun wahabi cuma menukil dari buku sisa sisa yg masih ada saat ini, buku buku hadits yg ada saat ini hanya mencapai sekitar 80 ribu hadits</strong>, dan tak ada kitab yg menjelaskan semua periwayat berikut sejarahnya kecuali sebagian kecil hadit saja,.</p>
<p><strong>maka fatwa para penukil ini batil tanpa perlu dijawab</strong>, (lihat : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=23856#23856)</p>
<p><strong>KEDUA </strong>: Habib Munzir memvonis bahwa fatwa siapa saja yang tidak memiliki sanad adalah fatwa yang batil. Habib Munzir berkata, “<strong>tiada ilmu tanpa sanad, maka fatwa tanpa sanad adalah batil</strong>“, apalagi yang berfatwa adalah para wahabi maka fatwa mereka otomatis batil dan tidak perlu dijawab, sebagaimana dalam perkataan Habib Munzir, “<strong>maka fatwa para penukil ini batil tanpa perlu dijawab</strong>“</p>
<p>Karenanya begitu dengan mudahnya Habib Munzir membatilkan fatwa-fatwa Syaikh Utsaimin dengan hanya berdalih bahwa Syaikh Utsaimin tidak bersanad.</p>
<p>Habib Munzir berkata :</p>
<p>“Mengenai Utsaimin, ia bukan ulama hadits, <strong>ia tak mempunyai sanad dalam ilmu hadits</strong>, tidak mempunyai sanad kepada para muhadditsin, <strong>maka pendapatnya batil</strong> dan tak bisa dijadikan pegangan, mengenai hadits tsb” (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=25398#25398)</p>
<p>Demikian juga Habib Munzir menuduh Syaikh Albani tidak bersanad, dan dituduh hanya menipu umat sehingga umat hancur, dan dituduh sebagai tong kosong.</p>
<p>Habib Munzir berkata :</p>
<p>“Beliau (*Albani) itu bukan Muhaddits, karena Muhaddits adalah orang yg mengumpulkan hadits dan menerima hadits dari para peiwayat hadits, albani tidak hidup di masa itu, ia hanya menukil nukil dari sisa buku buku hadits yg ada masa kini…”</p>
<p>Habib Munzir berkata lagi :</p>
<p>“<strong>Sedangkan Albani tak punya satupun sanad hadits yg muttashil</strong>. berkata para Muhadditsin, <strong>“Tiada ilmu tanpa sanad” maksudnya semua ilmu hadits, fiqih, tauhid, alqur;an, mestilah ada jalur gurunya kepada Rasulullah saw, atau kepada sahabat, atau kepada Tabiin, atau kepada para Imam Imam, maka jika ada seorang mengaku pakar hadits dan berfatwa namun ia tak punya sanad guru, maka fatwanya mardud (tertolak), dan ucapannya dhoif, dan tak bisa dijadikan dalil untuk diikuti, karena sanadnya Maqtu’</strong>.</p>
<p>apa pendapat anda dengan seorang manusia muncul di abad ini lalu menukil nukil sisa sisa hadits yg tidak mencapai 10% dari hadits yg ada dimasa itu, lalu berfatwa ini dhoif, itu dhoif.</p>
<p>Saya sebenarnya tak suka bicara mengenai ini, namun saya memilih mengungkapnya ketimbang hancurnya ummat karena <strong>tipuan seorang tong kosong</strong>. (lihat :</p>
<p>http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&#038;Itemid=&#038;func=view&#038;catid=9&#038;id=22466#22466)</p>
<p>Inilah senjata Habib Munzir yang dianggap sangat ampuh dan sakti oleh para pengagumnya, sehingga untuk membantah para ulama wahabi tidak perlu adu argumen dalil, akan tetapi cukup dengan berkata “Para ulama wahabi tidak punya sanad maka fatwa mereka batil dan tertolak”</p>
<p><strong>PERIHAL SANAD</strong></p>
<p>Sebelum saya menyanggah penipuan Habib Munzir ini saya akan menjelaskan tentang hakekat sanad yang selalu dijadikan senjata oleh Habib Munzir untuk membatilkan perkataan para ulama wahabi.</p>
<p>Sanad/isnad merupakan kekhususan umat Islam. Al-Qur’an telah diriwayatkan kepada kita oleh para perawi dengan sanad yang mutawatir. Demikian pula telah sampai kepada kita hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan sanad-sanad yang shahih. Berbeda dengan kitab Injil dan Taurat yang ada pada kaum Nashrani dan Yahudi tanpa sanad yang bersambung dan shahih, sehingga sangat diragukan keabsahan kedua kitab tersebut.</p>
<p><em><strong>Isnad hadits</strong></em> adalah silsilah para perawi yang meriwayatkan matan (sabda) hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p>Para ahli hadits telah memberikan kriteria yang ketat agar suatu hadits dinilai sebagai hadits yang shahih, mereka ketat dalam menilai para perawi hadits tersebut. Karenanya mereka (para ahli hadits) mendefinisikan hadits shahih dengan definisi berikut :</p>
<p>مَا اتَّصَلَ سَنَدُهُ بِنَقْلِ الْعَدْلِ الضَّابِطِ عَنْ مِثْلِهِ إِلَى مُنْتَهَاهُ مِنْ غَيْرِ شُذُوْذٍ وَلاَ عِلَّةٍ</p>
<p>“Yaitu hadits yang sanadnya bersambung dengan penukilan perawi yang ‘adil dan dhoobith (kuat hafalannya) dari yang semisalnya hingga kepuncaknya tanpa adanya syadz dan penyakit (‘illah)”</p>
<p>Yaitu para perawinya dari bawah hingga ke atas seluruhnya harus tsiqoh dan memiliki kredibilitas hafalan yang sempurna (lihat Nuzhatun Nadzor hal 58), serta sanad tersebut harus bersambung dan tidak ada ‘illahnya (penyakit) yang bisa merusak keshahihan suatu hadits.</p>
<p>Oleh karenanya dari sini nampaklah urgensinya pengecekan kevalidan isnad suatu hadits</p>
<p>Ibnu Siiriin berkata :</p>
<p>لَمْ يَكُوْنُوا يَسْأَلُوْنَ عَنِ الإِسْنَادِ فَلَمَّا وَقَعَتِ الْفِتْنَةُ قَالُوْا : سَمُّوا لَنَا رِجَالَكُمْ فَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ السُّنَّةِ فَيُؤْخَذُ حَدِيْثُهُمْ وَيُنْظَرُ إِلَى أَهْلِ الْبِدَعِ فَلاَ يُؤْخَذُ حَدِيْثُهُمْ</p>
<p>“Mereka dahulu tidak bertanya tentang isnad, akan tetapi tatkala terjadi fitnah maka mereka berkata : “<strong>Sebutkanlah nama-nama para perawi kalian</strong>“, maka dilihatlah Ahlus sunnah dan diambilah periwayatan hadits mereka dan dilihatlah ahlul bid’ah maka tidak diambil periwayatan hadits mereka”</p>
<p>Perkataan Ibnu Siiriin rahimahullah ini dibawakan oleh Imam Muslim dalam muqoodimah shahihnya hal 15 di bawah sebuah bab yang berjudul :</p>
<p>بَابُ بَيَانِ أَنَّ الإِسْنَادَ مِنَ الدِّيْنِ وَأَنَّ الرِّوَايَةَ لاَ تَكُوْنُ إِلاَّ عَنِ الثِّقَاتِ وَأَنَّ جَرْحَ الرُّوَاةِ بِمَا هُوَ فِيْهِمْ جَائِزٌ بَلْ وَاجِبٌ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِنَ الْغِيْبَةِ الْمُحَرَّمَةِ بَلْ مِنَ الذَّبِّ عَنِ الشَّرِيْعَةِ الْمُكَرَّمَةِ</p>
<p>“Bab penjelasan bahwasanya isnad bagian dari agama, dan bahwasanya riwayat tidak boleh kecuali dari para perawi yang tsiqoh, dan bahwasanya menjarh (*menjelaskan aib) para perawi -yang sesuai ada pada mereka- diperbolehkan, bahkan wajib (hukumnya) dan hal ini bukanlah ghibah yang diharamkan, bahkan merupakan bentuk pembelaan terhadap syari’at yang mulia”.</p>
<p><strong>Salah faham</strong></p>
<p>Sebagian orang salah faham dengan perkataan Ibnul Mubaarok rahimahullah :</p>
<p>الإِسْنَادُ مِنَ الدِّيْنِ وَلَوْلاَ الإِسْنَادُ لَقَالَ مَنْ شَاءَ مَا شَاءَ</p>
<p>“Isnad adalah bagian dari agama, kalau bukan karena isnad maka setiap orang yang berkeinginan akan mengucapkan apa yang ia kehendaki”</p>
<p>Mereka memahami bahwasanya : “Perkataan Ibnul Mubarok ini menunjukkan bahwasanya orang yang tidak punya isnad bicaranya akan ngawur, dan sebaliknya orang yang punya isnad maka bicaranya pasti lurus”</p>
<p>Akan tetapi bukan demikian maksud perkataan Ibnul Mubaarok rahimahullah. Maksud perkataan beliau adalah : Tidak sembarang orang bisa menyampaikan hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi menyampaikan hadits Nabi <strong>harus ada sanadnya</strong>. Dan <strong>jika sudah ada sanadnya maka HARUS diperiksa para perawinya</strong> sehingga bisa ketahuan haditsnya shahih ataukah lemah. Yang menunjukkan akan hal ini tiga perkara berikut :</p>
<p><strong>Pertama </strong>: Perkataan Ibnul Mubaarok ini dibawakan oleh Imam Muslim di bawah bab</p>
<p>بَابُ بَيَانِ أَنَّ الإِسْنَادَ مِنَ الدِّيْنِ وَأَنَّ الرِّوَايَةَ لاَ تَكُوْنُ إِلاَّ عَنِ الثِّقَاتِ وَأَنَّ جَرْحَ الرُّوَاةِ بِمَا هُوَ فِيْهِمْ جَائِزٌ بَلْ وَاجِبٌ وَأَنَّهُ لَيْسَ مِنَ الْغِيْبَةِ الْمُحَرَّمَةِ بَلْ مِنَ الذَّبِّ عَنِ الشَّرِيْعَةِ الْمُكَرَّمَةِ</p>
<p>“Bab penjelasan bahwasanya isnad bagian dari agama, dan bahwasanya riwayat tidak boleh kecuali dari para perawi yang tsiqoh, dan bahwasanya menjarh (*menjelaskan aib) para perawi -yang sesuai ada pada mereka- diperbolehkan, bahkan wajib (hukumnya) dan hal ini bukanlah ghibah yang diharamkan, bahkan merupakan bentuk pembelaan terhadap syari’at yang mulia”.</p>
<p><strong>Kedua </strong>: Persis sebelum menyampaikan perkataan ibnul Mubarok ini, Imam Muslim menyampaikan perkataan Sa’ad bin Ibrahim yang menjelaskan tentang kewajiban hanya meriwayatkan dari para perawi yang tsiqoh.</p>
<p>Imam Muslim berkata :</p>
<p>عن مسعر قال سمعت سعد بن إبراهيم يقول لا يحدث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا الثقات وحدثني محمد بن عبد الله بن قهزاذ من أهل مرو قال سمعت عبدان بن عثمان يقول سمعت عبد الله بن المبارك يقول الإسناد من الدين ولولا الإسناد لقال من شاء ما شاء</p>
<p>“Dari Mus’ir berkata : Saya mendengar Sa’d bin Ibraahim berkata : <strong>Tidaklah meriwayatkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali para perawi yang tsiqoh</strong>….dari ‘Abdaan bin ‘Utsmaan berkata : Aku mendengar Abdullah bin Al-Mubaarok berkata : Isnad merupakan bagian dari agama, jika bukan karena isnad maka orang yang berkeinginan akan mengucapkan apa saja yang ia kehendaki”</p>
<p>Dan sebelumnya lagi Imum Muslim juga menyebutkan perkatan Ibnu Siiriin di atas “<strong>Sebutkanlah nama-nama para perawi kalian</strong>“</p>
<p><strong>Ketiga </strong>: Setelah itu Imam Muslim juga membawakan praktek Ibnul Mubaarok yang mengecek para perawi dalam sebuah sanad.</p>
<p>Imam Muslim berkata :</p>
<p>قلت لعبد الله بن المبارك يا أبا عبد الرحمن الحديث الذي جاء إن من البر بعد البر أن تصلي لأبويك مع صلاتك وتصوم لهما مع صومك قال فقال عبد الله يا أبا إسحاق عمن هذا قال قلت له هذا من حديث شهاب بن خراش فقال ثقة عمن قال قلت عن الحجاج بن دينار قال ثقة عمن قال قلت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال يا أبا إسحاق إن بين الحجاج بن دينار وبين النبي صلى الله عليه وسلم مفاوز تنقطع فيها أعناق المطي ولكن ليس في الصدقة اختلاف وقال محمد سمعت علي بن شقيق يقول سمعت عبد الله بن المبارك يقول على رؤوس الناس دعوا حديث عمرو بن ثابت فإنه كان يسب السلف</p>
<p>“Abu Ishaaq bin ”Isa berkata : Aku berkata kepada Abdullah bin Al-Mubaarok, Wahai Abu Abdirrahman, hadits yang datang bahwasanya : ((<em>Diantara berbakti setelah berbakti adalah engkau sholat untuk kedua orangtuamu beserta sholatmu dan engkau berpuasa untuk kedua orangtuamu bersama puasamu</em>)). Beliau berkata : Wahai Abu Ishaaq, dari manakah hadits ini?. Aku berkata, “Ini dari periwayatan Syihaab bin Khiroosy”. Ibnul Mubaarok berkata : “Ia tsiqoh, lalu ia meriwayatkan dari siapa?”.</p>
<p>Aku berkata, “Dari Al-Hajjaaj bin Diinaar”. Beliau berkata : “Ia tsiqoh, lalu Hajjaj meriwayatkan dari siapa?”</p>
<p>Aku berkata, “(langsung) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda”. Beliau berkata, “Wahai Abu Ishaaq antara Hajjaaj bin Diinaar dan Nabi ada padang pasir yang besar, butuh banyak onta untuk bisa menempuhnya. Akan tetapi tidak ada perbedaan pendapat tentang bersedekah (atas nama kedua orang tua)”…</p>
<p>Ali bin Syaqiiq berkata : “Aku mendengar Abdullah bin Al-Mubaarok berkata di hadapan khalayak manusia : Tinggalkanlah periwayatan ‘Amr bin Tsaabit karena ia mencela para salaf” (Lihat Muqoddimah Shahih Muslim hal 16)</p>
<p>Dari sini kita faham bahwasanya perkataan Ibnul Mubaarok di atas semakin menguatkan akan urgensinya memeriksa kredibilitas para perawi dalam sebuah sanad. Dan perkataan Ibnul Mubaarok ini sama sekali tidak berkaitan dengan persangkaan Habib Munzir ; “Orang yang tidak bersanad maka fatwanya batil”</p>
<p><strong>Praktek al-jarh wa at-ta’diil</strong></p>
<p>Untuk menerapkan kriteria ini (yaitu pengecekan kedudukan dan kredibilitas para perawi hadits) maka para ulama ahli hadits menulis buku-buku al-jarh wa at-ta’diil yang menyebutkan tentang biografi para perawi, dengan menjelaskan kedudukan para perawi tersebut apakah tsiqoh ataukah dho’iif??.</p>
<p>Berbagai macam buku yang ditulis oleh para ulama,</p>
<p>-         Ada kitab-kitab yang khusus berkaitan dengan para perawi yang tsiqoh</p>
<p>-         Ada kitab-kitab yang khusus berkaitan dengan para perawi yang dho’if dan majruuh</p>
<p>-         Ada kitab-kitab yang menggabungkan antara para perawi yang tsiqoh dan dho’iif</p>
<p>-         Ada kitab-kitab yang berkaitan dengan para perawi yang menempati kota tertentu, seperti Taariikh Baghdaad, Taariikh Dimasq, Taariikh Waasith, dll</p>
<p>-         Ada kitab-kitab yang menjelaskan tentang para perawi kitab-kitab hadits tertentu, seperti ada kitab yang khusus menjelaskan para perawi dalam kitab Muwaatho’ Imam Malik, ada kitab yang khusus menjelaskan tentang para perawi Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, ada kitab yang khusus menjelaskan tentang kedudukan para perawi al-kutub as-sittah</p>
<p>-         Dan jenis-jenis kitab yang lainnya, sebagaimana dijelaskan dalam buku-buku al-jarh wa at-ta’diil atau ‘ilmu ar-rijaal.</p>
<p>Karenanya dengan meneliti kedudukan para perawi tersebut –berdasarkan kaidah al jarh wa at-ta’diil yang diletakkan oleh para ahli hadits- maka akan jelas apakan sanad suatu hadits shahih ataukah lemah atau maudhuu’ (palsu).</p>
<p>Alhamdulillah para ulama telah mengumpulkan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak kitab-kitab hadits sebagaimana yang masyhuur diantaranya : Muwatthho’ al-Imam Maalik, Musnad Al-Imam Ahmad, Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Ibnu Hibbaan, Shahih ibnu Khuziamah, Sunan Abi Dawud, Sunan At-Thirmidzi, Sunan An-Nasaai, Sunan Ibni Maajah, Mu’jam-mu’jam At-Thobrooni, Sunan Al-Baihaqi, dan kitab-kitab hadits yang laiinya. Yang seluruh penulis kitab-kitab tersebut meriwayatkan hadits dengan menyebutkan sanad mereka dari jalur mereka hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga dengan penerapan kaidah ilmu mustholah al-hadits dan ilmu al-jarh wa at-t’adiil terhadap para perawi yang terdapat dalam sanad-sanad hadits maka bisa dinilai apakah suatu hadits dari kitab-kitab tersebut shahih ataukah dhoiif.</p>
<p>Karenanya untuk mengecek keabsahan hadits-hadits yang terdapat dalam kitab-kitab di atas adalah dengan mengecek para perawi yang termaktub dalam isnad-isnad dari para penulis kitab-kitab tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh untuk mengecek shahih tidaknya sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Thirimidzi dalam kitab “sunan” beliau maka kita mengecek para perawi di atas Imam At-Thirimidzi (dalam hal ini adalah guru imam At-Thirmidzi) hingga keatas sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.</p>
<p><strong>SANAD ZAMAN SEKARANG ??</strong></p>
<p>Di zaman kita sekarang ini masih banyak ahli hadits atau para syaikh atau para penuntut ilmu yang masih melestarikan kebiasaan para ahli hadits dalam meriwayatkan hadits dengan sanad. Sehingga banyak diantara mereka yang meriwayatkan hadits dengan beberapa model sanad hadits, diantaranya:<br />
<img src="http://kampungsalaf.wordpress.com/images/stories/sanad.jpg?w=640" alt="" border="0" /><br />
<em>Pertama </em>: sanad yang bersambung kepada salah satu dari para penulis hadits. Ada sanad di zaman sekarang ini yang bersambung hingga Al-Imam Al-Bukhari atau kepada At-Thirmidzi, atau kepada Abu Dawud, atau</p>
<p><em>Kedua </em>: Sanad yang bertemu di guru-guru para penulis tersebut, atau bertemu di para perawi yang lebih di atasnya lagi (para guru dari para guru dari para penulis), atau</p>
<p><em>Ketiga </em>: Sanad yang melalui jalur lain hingga kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa melalui jalur para penulis kitab-kitab tersebut.</p>
<p>Dari sini jelas bahwasanya fungsi sanad di zaman ini (jika berkaitan dengan sanad hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka kurang bermanfaat dari dua sisi:</p>
<p><em>Pertama </em>: Karena para perawi yang dibawah para penulis kitab-kitab hadits tersebut hingga perawi di zaman kita sekarang ini tidak bisa diperiksa kredibilitasnya karena biografi mereka tidak diperhatikan oleh para ulama dan tidak termaktub dalam kitab-kitab al-jarh wa at-ta’diil</p>
<p><em>Kedua </em>: Kalaupun jika seluruh para perawi tersebut (dari zaman kita hingga ke penulis kitab) kita anggap tsiqoh maka kembali lagi kita harus mengecek para perawi dari zaman gurunya para penulis kitab-kitab hadits tersebut hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka seakan-akan kita ngecek langsung para perawi yang terdapat dalam sanad-sanad yang terdapat dalam kitab-kitab hadits tersebut.</p>
<p>Jadi keberadaan isnad dari zaman sekarang hingga nyambung ke para penulis kitab-kitab hadits tersebut kurang bermanfaat, itu kalau tidak mau dikatakan tidak ada faedahnya !!!</p>
<p>Adapun jenis isnad yang ketiga, yaitu periwayatan hadits yang diriwayatakan oleh seseorang di zaman sekarang hingga zaman Rasulullah –tanpa melalui jalur para penulis kitab-kitab hadits diatas- maka tentunya kita akan mendapatkan minimal sekitar 20 orang perawi. Dan 20 orang perawi tersebut tidak mungkin kita cek kredibilitas mereka karena tidak adanya kitab-kitab al-jarh wa at-tadiil yang menjelaskan biografi mereka.</p>
<p>Dari sebab-sebab inilah maka terlalu banyak para penuntut ilmu yang berpaling dari mencari sanad hadits-hadits Nabi di zaman sekarang ini karena tidak ada faedah besar yang bisa diperoleh. Namun meskipun demikian masih saja ada para penuntut ilmu dan para ulama yang masih melestarikan periwayatan hadits dengan sanad-sanad tersebut untuk melestarikan adatnya para ahli hadits. Akan tetapi sama sekali tujuan mereka bukan untuk dijadikan senjata sebagaimana senjata yang digunakan oleh Habib Munzir dan para pengagumnya.</p>
<p><strong>PEMBODOHAN MASYARAKAT MUSLIM INDONESIA</strong></p>
<p>Habib Munzir sering menyebutkan kalau ia memiliki sanad, sehingga mengesankan bahwa ilmu yang dia peroleh nyambung hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal inilah yang dikenal dalam sekte Islam Jam’ah dengan istilah “<em><strong>MANGKUL</strong></em>“. Kemudian untuk mendukung aksinya ini maka Habib Munzir menuduh bahwa para ulama wahabi tidak seorangpun memiliki sanad…!!, bahkan tidak seorangpun yang hafal 10 hadits beserta sanadnya !!!. sungguh ini merupakan kedustaan dan pembodohan terhadap masyarakat Indonesia.</p>
<p>Jadilah pembodohan ini menjadikan para pengagum Habib Munzir memahami bahwasanya :</p>
<p>-         Seluruh ilmu tanpa sanad tidak bisa diterima</p>
<p>-       Orang yang memiliki sanad seakan-akan maksum (terjaga dari kesalahan) karena ilmunya mangkul, yaitu sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Meskipun hal ini mungkin saja tidak terucap secara lisan, akan tetapi sikap mereka dan pembelaan mereka terhadap Habib Munzir menunjukan akan hal itu</p>
<p>-       Orang yang memiliki sanad hingga ke Imam As-Syafii seakan-akan paling paham tentang perkataan Imam As-Syafii karena ilmunya mangkul/sampai kepada Imam Asy-Syafi’i.</p>
<p><strong>SANGGAHAN</strong></p>
<p>Sanggahan terhadap propaganda Habib Munzir ini dari banyak sisi</p>
<p><strong>PERTAMA </strong>: Tuduhan Habib Munzir bahwa para ulama Wahabi tidak memiliki sanad merupakan tuduhan yang sangat dusta. Jangankan para ulama besar Wahabi, teman-teman saya (ustadz-ustadz yang ada di Indonesia) saja banyak yang memiliki sanad. Jadi jangan sampai Habib Munzir ini merasa ia adalah pendekar sanad satu-satunya, karena pendekar-pendekar junior wahabi ternyata sudah banyak yang memiliki sanad.</p>
<p><strong><br />
KEDUA </strong>: Terkhususkan tuduhan Habib Munzir terhadap As-Syaikh Albani bahwa beliau tidak memiliki sanad dan hanya seperti tong kosong yang menipu umat, maka ini merupakan tuduhan dusta dan sangat keji.</p>
<p>Syaikh Albani punya isnad, dan ini merupakan perkara yang ma’ruuf, beliau  memiliki ijazah hadits dari ‘Allamah Syaikh Muhammad Raghib at-Thobbaakh Al-Halabi yang kepadanyalah beliau mempelajari ilmu hadits, dan mendapatkan hak untuk menyampaikan hadits darinya. (silahkan lihat Hayaat Al-Albaani wa Aaatsaaruhu wa ats-Tsanaa’ al-’Ulamaa ‘alaihi karya Muhammad Ibrahim As-Syaibaani hal 45-46). As-Syaikh Al-Albani pun telah menegaskan hal ini dalam beberapa kitabnya seperti dalam kitab Tahdziir As-Saajid hal 84-85 dan juga kita Mukhtshor Al-’Uluw hal hal 74</p>
<p>Dan sebagian murid Syaikh Albani –seperti Abu Ishaaq Al-Huwaini- mengambil sanad dari As-Syaikh Al-Albani (silahkan lihat juga http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=18495).</p>
<p>Kemudian kenapa begitu berani Habib Munzir mensifati Syaikh Al-Albani dengan <strong>TONG KOSONG </strong>!!!, bahkan Habib Munzir mengkhawatirkan hancurnya umat karena tipuan Tong Kosong !!!, <strong>Subhaanallah…tipuan apa yang telah dilancarkan oleh Syaikh Al-Albani wahai Habib Munzir…!!! ataukah anda yang sedang melancarkan tipuan kepada umat bahwa yang tidak punya sanad fatwanya batil???</strong></p>
<p><strong>KETIGA </strong>: Kaum muslimin telah faham bahwasanya sumber hukum  mereka adalah Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian juga ijmaa’ para ulama. Dan tatkala terjadi perselisihan maka Allah memerintahkan kita untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.</p>
<p>Allah berfirman :</p>
<p>فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا</p>
<p><em>Jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. </em>(QS An-Nisaa : 59)</p>
<p>Allah tidak pernah mengatakan “Kembalilah kalian kepada orang yang bersanad”</p>
<p>Alhamdulillah Al-Qur’an dan hadits-hadits yang shahih telah dijaga oleh Allah.</p>
<p><strong>KEEMPAT </strong>: Propaganda Habib Munzir ini sama sekali tidak pernah dilakukan oleh para ulama dari madzhab manapun, baik dari madzhab Imam Abu Hanifah, atau madzhab Imam Malik, atau Madzhab Imam Ahmad, atau  madzhab Dzohiriyah. Bahkan tidak seorangpun dari ulama madzhab Syafi’iyah yang mengigau dengan propaganda Habib Munzir ini.</p>
<p>Silahkan buka kitab fiqih dari madzhab manapun…, atau kitab aqidah dari madzhab manapun…, atau kitab hadits dari madzhab manapun…, atau kitab ushul al-fiqh dari madzhab manapun….tidak seorangpun dari para ulama pernah berkata : <strong>“Fatwa anda tertolak karena anda tidak bersanad !!”</strong></p>
<p>Sering terjadi perdebatan dalam masalah fikih dikalangan para ulama madzhab…namun tidak seorangpun dari mereka tatkala membantah yang lain dengan berdalih <strong>“Pendapat anda batil karena anda tidak bersanad !!!”</strong></p>
<p><strong></strong>Bahkan tatkala ulama ahlus sunnah berdebat dengan para ahlul bid’ah dalam masalah aqidah maka para ulama ahlus sunnah membantah dengan cara menyebutkan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sama sekali mereka tidak pernah berkata kepada Ahlul Bid’ah <strong>“Kalian di atas kebatilan karena tidak bersanad !!!”</strong></p>
<p>Karenanya propaganda Habib Munzir ini merupakan hal yang sangat lucu dan konyol…tidak seorangpun yang pernah menelaah kitab-kitab para ulama akan terpedaya dengan propaganda ini. Yang terpedaya hanyalah orang awam yang tidak mengerti kitab-kitab para ulama, yang tidak mengerti tentang ilmu hadits dan ilmu sanad, sebagaimana Nur Hasan ‘Ubaidah berhasil menipu dan membodohi banyak orang-orang awam yang jahil sehingga terperangkap dalam jaringan sekte Islam Jama’ah. Wallahul Musta’aan.</p>
<p><strong>KELIMA </strong>: Kalaupun kita menerima sanad yang dimiliki Habib Munzir maka kita harus mengecek para perawi yang terdapat dalam sanad tersebut, mulai dari Habib Munzir, gurunya, lalu guru dari guru Habib Munzir dst. Tentunya kita tidak akan mendapatkan perkataan para imam al-jarh wa at-ta’diil (seperti Syu’bah bin Hajjaaj, Al-Bukhari, Al-Imam Ahmad, Yahya bin Sa’iid, dll) tentang guru-guru Habib Munzir. Maka para perawi tersebut (guru-guru habib Munzir) dalam ilmu hadits dihukumi sebagai <em><strong>para perawi majhuul.</strong></em></p>
<p>Demikian juga kita harus mengecek kredibiltas hafalan dan ketsiqohan Habib Munzir sebagai perawi dan salah satu mata rantai sanad yang ia miliki. Apakah Habib Munzir Al-Musawa adalah seorang perawi yang tsiqoh yang kredibilitas hafalannya baik dan tinggi, ataukah malah sebaliknya sering pelupa dan tidak memiliki hafalan?. Kemudian dinilai juga dari kejujuran dalam bertutur kata?. Karena jika kita menerapkan kaidah para ahli hadits, maka jika ketahuan seorang perawi pernah berdusta sekali saja –bukan pada hadits Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam- akan tetapi dusta pada perkara yang lain maka perawi ini dihukumi <strong><em>muttaham bil kadzib </em></strong>(tertuduh dusta), dan periwayatannya tertolak atau tidak diterima. Bagaimana lagi jika ketahuan sang perawi telah berdusta berkali-kali !!!, bagaimana lagi jika kedustaannya tersebut dalam rangka untuk menjatuhkan para ulama ??</p>
<p><strong>KEENAM </strong>: Sebagaimana Habib Munzir memiliki sanad ternyata terlalu banyak para penuntut ilmu wahabi yang juga memiliki sanad…!!!, maka fatwa siapakah yang diterima?, apakah fatwa Habib Munzir ataukah fatwa para penuntut ilmu wahabi tersebut??!!</p>
<p>Hanya saja Habib Munzir mengesankan kepada murid-mudirnya bahwa para wahabi tidak bersanad !!!, ini merupakan kedustaan yang sangat nyata seperti terangnya matahari di siang bolong.</p>
<p><strong>KETUJUH </strong>: Ngomong-ngomong manakah yang kita ikuti…Islam Jama’ah ala Nur Hasan ‘Ubaidah yang lebih dahulu punya sanad daripada Habib Munzir puluhan tahun yang lalu? Ataukah kita mengikuti Habib Munzir yang baru-baru saja memiliki sanad??!!.</p>
<p><strong>KEDELAPAN </strong>: Bukankah sering dua orang yang sama-sama memiliki sanad ternyata saling berselisih??. Lihat saja bagaimana para ulama saling berselisih pemahaman dalam banyak permasalahan agama sehingga timbulah madzhab-madzhab yang berbeda-beda. Bukankah para ulama besar pengikut madzhab As-Syafii memiliki sanad akan tetapi sering berselisih dengan para ulama pengikut madzhab Hanafi yang juga memiliki sanad??</p>
<p>Bukankah Imam Ibnu Hazm yang bermadzhab Dzohiriah –yang beliau banyak meriwayatkan hadits dengan sanadnya dalam kitab beliau Al-Muhalla- ternyata banyak menyelisihi para ualama empat madzhab yang juga memiliki sanad?</p>
<p>Bahkan… bukankah Imam As-Syafii yang memiliki sanad yang pernah berguru kepada Imam Malik yang juga memiliki sanad ternyata masing-masing dari mereka berdua memiliki madzhab tersendiri??, demikian juga halnya antara Imam Ahmad yang berguru kepada Imam As-Syafii??</p>
<p>Dari sini jelas bahwa isnad tidak melazimkan satu pemahaman, bahkan orang yang memiliki satu isnad bisa berselisih faham, bahkan bisa jadi murid menyelisihi guru. Lantas bagaimana bisa dianalogikan jika Habib Munzir memiliki sanad lantas secara otomatis lebih faham tentang agama??!!</p>
<p><strong>KESEMBILAN </strong>: Orang yang memiliki sanad yang shahih dalam periwayatan hadits tidak mesti lebih faham tentang agama daripada orang yang sama sekali tidak memiliki sanad, maka bagaimana lagi orang yang memiliki sanad yang dhoif karena banyak perawi yang majhuul??</p>
<p>Al-Imam Al-Bukhari telah membuat sebuah bab dengan judul :</p>
<p>بَابُ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ</p>
<p>“Bab sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : Betapa sering orang yang disampaikan lebih faham dari yang mendengarkan”.</p>
<p>Lalu Al-Imam Al-Bukhari membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :</p>
<p>لِيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ فَإِنَّ الشَّاهِدَ عَسَى أَنْ يُبَلِّغَ مَنْ هُوَ أَوْعَى لَهُ مْنِهُ</p>
<p>“Hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, karena bisa jadi yang hadir menyampaikan kepada orang yang lebih faham daripada dia” (HR Al-Bukhari no 67)</p>
<p>Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata :</p>
<p>وَالْمُرَادُ رُبَّ مُبَلَّغٍ عَنِّي أَوْعَى أَيْ أَفْهَمُ لِمَا أَقُوْلُ مِنْ سَامِعٍ مِنِّي</p>
<p>“Maksudnya yaitu bisa jadi orang yang disampaikan sabdaku lebih menguasai yaitu lebih faham tentang sabdaku dari pada yang mendengarkan (langsung) dariku” (Fathul Baari 1/158)</p>
<p>Rasulullah juga bersabda :</p>
<p>نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ</p>
<p>“Semoga Allah menerangi wajah seseorang yang mendengar sebuah hadits dariku lalu ia menghafalkannya hingga menyampaikannya. Bisa jadi seorang membawa fiqih (ilmu) lalu ia sampaikan kepada yang lebih faqih daripadanya, dan bisa jadi seseorang membawa fiqih (ilmu) akan tetapi ia bukanlah seorang yang faqih” (HR Abu Dawud no 3662, At-Thirmidzi no 2656, Ibnu Maajah no 230)</p>
<p>Hadits ini menjelaskan bahwasanya bisa jadi seseorang memiliki riwayat hadits akan tetapi tidak faham dengan isi dari hadits tersebut, serta tidak bisa mengambil dan mengeluarkan huku-hukum dari hadits tersebut.</p>
<p>Al-Munaawi As-Syafii berkata :</p>
<p>“Betapa banyak pembawa fiqih (ilmu) namun tidak faqiih, yaitu tidak mengambil (menggali) ilmu hukum-hukum dengan cara pendalilan, akan tetapi ia membawa riwayat tanpa memiliki sisi pendalilan dan pengeluaran hukum” (Faidul Qodiir 4/17)</p>
<p>Karenanya ilmu dan kefaqihan bukanlah dengan banyaknya riwayat dan banyaknya sanad, karena bisa jadi ada seseorang yang memiliki banyak riwayat dan sanad akan tetapi tidak faham atau kurang faham dengan isi dari hadits-hadits yang ia riwayatkan.</p>
<p>Ibnu Bathool rahimahullah berkata :</p>
<p>“Nabi ‘alaihis salaam sungguh telah menafikan ilmu dari orang yang tidak memiliki pemahaman, sebagaimana dalam sabda beliau “Betapa banyak orang yang membawa fiqih/ilmu akan tetapi tidak memiliki kefaqihan”</p>
<p>Imam Malik berkata : “Bukanlah ilmu dengan banyaknya periwayatan, akan tetapi ilmu adalah cahaya yang Allah letakan dalam hati”. Maksud Imam Malik adalah memahami makna-maknanya dan istinbaathnya (pengambilan hukum darinya)” (Syarh Shahih Al-Bukhaari karya Ibnu Batthool 1/157)</p>
<p>Kesimpulan dari hadits ini :</p>
<p><em>Pertama </em>: Bisa jadi seseorang memiliki riwayat atau sanad akan tetapi tidak faham dengan kandungan dari hadits yang ia riwayatkan.</p>
<p><em>Kedua </em>: Bisa jadi seseorang memiliki riwayat dan sanad akan tetapi orang yang membaca hadits yang ia riwayatkan lebih faham dengan isi hadits daripada yang memiliki sanad.</p>
<p><strong>KESEPULUH </strong>: Sungguh sangat menyedihkan jika kita dapati seseorang memiliki sanad akan tetapi tidak mengerti ilmu hadits….sanadnya itu hanya sebagai topeng yang melindungi kebodohannya dalam ilmu hadits, sehingga tatkala lisannya mulai berbicara tentang ilmu hadits akhirnya ngawur.</p>
<p>Apalagi murid-murid dan para pengagum Habib Munzir yang begitu mudahnya diberikan ijaazah oleh Habib Munzir. Silahkan perhatikan yang dibawah ini :</p>
<p>Pengagum Habib Munzir berkata :</p>
<p>“Dengan hormat saya hendak belajar kepada Habib walau sementara baru sebatas lewat internet.</p>
<p>1.        Mohon izin belajar kepada Habib yang bersanad keguruan sampai kepada Nabi Muhammad SAW</p>
<p>2.        Mohon ijazah untuk pengamalan amalan ahluh sunah wal jamaah…</p>
<p><strong>Habib Munzir</strong> menjawab :</p>
<p>“Saudaraku yg kumuliakan, selamat datang di web para pecinta Rasul saw, kita bersaudara dalam kemuliaan</p>
<p>1.      saudaraku tercinta, saya belum pantas menjadi murid yg baik, bagaimana saya menjadi guru, kita bersaudara dan saling menasihati karena Allah, namun sanad keguruan anda telah berpadu dg sanad keguruan saya hingga kepada Rasul saw.</p>
<p>2.      Saya Ijazahkan pada anda sanad keguruan saya kepada anda, yg bersambung sanadnya kepada Guru Mulia kita, hingga Rasulullah saw, ia adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw, semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw.</p>
<p>Saya ijazahkan seluruh dzikir salafusshalih, semua doa Rijaalussanad dan semua doa dan dzikir dari seluruh para wali dan shalihin, munajat dan dzikir para Ahlusshiddiqiyyatul Kubra, kepada anda, Ijazah sempurna yg saya terima dari Guru Mulia kita Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin hafidh yg sanadnya muttashil (bersambung) pada segenap para ulama, muhaddits, para wali dan shalihin. Ijazah ini mencakup seluruh surat dalam Alqur’an, wirid, dzikir, amalan sunnah, dan doa Nabi Muhammad saw dan doa para Nabi dan Doa seluruh Ummat Muhammad saw, dan seluruh Hamba Allah yg shalih. semoga anda selalu dalam kemuliaan Dzikir dan Cahya Munajat mereka. Amiin</p>
<p><strong>Saya Ijazahkan kepada anda sanad Alqur’anulkarim dalam tujuh Qira’ah, seluruh sanad hadits riwayat Imamussab’ah, seluruh sanad hadist riwayat Muhadditsin lainnya, seluruh fatwa dan kitab syariah dari empat Madzhab yaitu Syafii, Maliki, Hambali dan Hanafi, dan seluruh cabang ilmu islam, yg semua itu saya terima sanad ijazahnya dari Guru Mulia Al Allamah Al Musnid Alhabib Umar bin Hafidh, yg bersambung sanadnya kepada guru guru dan Imam Imam pada Madzhab Syafii dan lainnya, dan berakhir pada Rasulullah saw…</strong></p>
<p>(lihat: http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=26683#26683),</p>
<p>Gampangnya Habib Munzir memberikan sanad ijazah kepada orang-orang awam tanpa persyaratan dan bahkan hanya sekedar melalui internet sering beliau lakukan.</p>
<p>Silahkan lihat : (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=25448#25448), lihat juga (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=7&amp;id=22111#22111), lihat juga (http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&amp;Itemid=&amp;func=view&amp;catid=9&amp;id=21894#21894), dll</p>
<p>Perhatikanlah wahai para pembaca…dengan begitu mudahnya Habib Munzir memberi ijazah kepada seseorang yang meminta isnadnya hanya melalui internet ?!!</p>
<p><strong>Lantas apakah jika orang tersebut telah diberi ijazah oleh Habib Munzir berarti ia telah menguasai seluruh qiro’ah sab’ah al-qur’aan dan juga menguasai seluruh fatwa dari empat madzhab, seluruh riwayat hadits dari imam saba’ah??!!!</strong> . Sementara orang yang meminta tersebut siapakah dia?, seorang alimkah dia?!! Belajar di mana?? Tahu nawhu shorof atau tidak?, menguasai ilmu ushul fiqh atau tidak?, menguasai ilmu mustolah hadits atau tidak?, menguasai fikih empat madzhab atau tidak??</p>
<p>Habib Munzir sendiri apakah menguasai seluruh ilmu yang ia ijazahkan?, menguasai tujuh qiroo’ah?, menguasai seluruh hadits-hadits yang diriwayatkan oleh imam sab’ah?, menguasai seluruh fatwa dan kitab-kitab syari’ah empat madzhab??!!! Sunnguh sangat a’lim Habib Munzir ini?, bahkan ana rasa mungkin tidak ada seorang yang lebih ‘alim dari Habib Munzir di zaman ini.</p>
<p>Pantas saja jika beliau digelari dengan al-’Allaamah al-Fahhaamah (silahkan lihat http://assajjad.wordpress.com/2009/03/05/biografi-habib-munzir-al-musawa/)</p>
<p>Bisa jadi seseorang tidak memiliki sanad akan tetapi ia adalah seorang yang ‘alim. Sebaliknya….</p>
<p>-         Percuma punya banyak sanad jika masih saja meriwayatkan hadits-hadits yang lemah, apalagi tidak mengerti tentang ilmu takhriij.</p>
<p>-         Percuma punya isnad sampai Imam As-Syafii tapi berdusta atas nama Imam As-Syafii dan juga berdusta atas nama Ibnu Hajar</p>
<p>-         Percuma punya isnad kalau membolehkan kesyirikan beristighootsah kepada mayat</p>
<p>-         Percuma punya banyak isnad kalau sering keliru dalam membicarakan ilmu hadits</p>
<p>-         Percuma punya banyak isnad kalau tukang mencela para ulama, karena ini bukan akhlaknya orang yang mempunyai sanad.</p>
<p>-         Percuma punya banyak isnad kalau menuduh para ulama sebagai pendusta tukang menggunting perkataan ulama (padahal dia sendiri yang tukang gunting)</p>
<p>-         Percuma punya banyak isnad kalau menuduh para ulama wahabi tidak punya isnad (yang ini merupakan kedustaan yang sangat nyata..!!!!)</p>
<p><strong>KESEBELAS </strong>: Tidak semua orang yang memiliki sanad dan meriwayatkan hadits maka otomatis aqidahnya merupakan aqidah yang lurus. Ini merupakan perkara yang sangat mendasar dan diketahui oleh semua orang yang baru belajar ilmu mustholah al-hadits.</p>
<p>Karenanya para ulama ahli al-jarh wa at-ta’diil menyebutkan (dalam kitab-kitab Ad-Du’afaa’ dan kitab-kitab yang secara spesifikasi membicarakan tentang para perawi yang lemah) bahwasanya banyak perawi hadits yang memiliki pemahaman bid’ah, baik bid’ah khawarij, bid’ah syi’ah, bid’ah irjaa’, bid’ah qodariyah dan lain-lain yang menyebabkan riwayat para perawi tersebut tertolak. Dan masih banyak sebab-sebab lain yang menyebabkan periwayatan seseorang yang memiliki sanad tertolak</p>
<p>Sementara kesan yang dibangun oleh Habib Munzir bahwasanya jika seseorang telah memiliki sanad yang bersambung kepada Nabi maka melazimkan seakan-akan ia adalah orang yang ma’sum yang tentunya aqidahnya lurus. Tentu hal ini merupakan kelaziman yang tidak lazim.</p>
<p><strong>KEDUA BELAS</strong> : Kelaziman dari hal ini, maka seluruh dai dan ulama yang tidak bersanad tidak diterima perkataan dan fatwa mereka, dan fatwa mereka dihukumi sebagai fatwa yang batil. Saya rasa sebaiknya Habib Munzir memberi masukan kepada Majelis Ulama Indonesia yang selama ini tatkala berfatwa tidak mencantumkan sanad mereka !!! yang menunjukkan bahwa fatwa-fatwa mereka selama ini adalah fatwa yang batil.</p>
<p>Demikian juga masukan kepada ribuan dai yang di Indonesia, bahkan masukan kepada jutaan dai yang ada di dunia agar berhenti berdakwah dan hendaknya mencari sanad dahulu agar perkataan dan fatwa mereka bisa diterima dan tidak bernilai batil !!!</p>
<p>Dari dua belas sisi bantahan di atas maka jelas bahwasanya perkataan Habib Munzir : “Orang yang tidak bersanad fatwanya batil dan tertolak” adalah kesalahan yang fatal !!!</p>
<p>Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja</p>
<p>sumber : http://kampungsalaf.wordpress.com/2011/11/21/antara-habib-munzir-islam-jamaah/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=183&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2011/11/22/antara-habib-munzir-islam-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kampungsalaf.wordpress.com/images/stories/sanad.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gombalan Maut Berdasarkan Jurusan Kuliah</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2011/03/13/gombalan-maut-berdasarkan-jurusan-kuliah/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2011/03/13/gombalan-maut-berdasarkan-jurusan-kuliah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2011 22:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan ‘CINTA HABIS’ soalnya kamu telah memborong semua cintaku. Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New “Romance”. Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu. Jurusan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=179&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jurusan Perminyakan: Kalo aku jadi SPBU, pasti tiap hari ada tulisan ‘CINTA HABIS’ soalnya kamu telah memborong semua cintaku.</p>
<p>Jurusan Sistem Informasi: Kayanya laptopku error deh, soalnya tiap mau ngetik deket-deket kamu font yg keluar selalu Times New “Romance”.</p>
<p>Jurusan Teknik Informatika: Ketika virus yang bernama CINTA.exe menyerang hatiku yang membuatku teringat selalu padamu.<br />
<span id="more-179"></span><br />
Jurusan Teknik Elektro: Aku memang anak elektro, tapi akupun tak mengerti kenapa sentuhanmu bisa menyetrum kalbuku.</p>
<p>Jurusan Geofisika: perlu banyak alat untuk tahu apa isi bumi, tapi tak perlu banyak alat untukmu mengetahui isi hatiku</p>
<p>Jurusan Kedokteran: tanpa membedah isi hatimu pun, aku tahu kamu mencintaiku</p>
<p>Jurusan Teknik Lingkungan: Senyummu bagaikan global warming, yang mampu mencairkan isi hatiku. </p>
<p>Jurusan Seni Rupa: Kau warnai duniaku dengan cinta dan kasih sayang.</p>
<p>Jurusan Seni Musik: aku dan kamu bagaikan nada-nada yang bila berkumpul akan membentuk suatu harmoni</p>
<p>Jurusan Keperawatan: Mencintaimu bagaikan diare, tak dapat ditahan lagi. </p>
<p>Jurusan Farmasi: Sampai sekarang, aku belum menemukan obat untuk menyembuhkan hatiku yang kecanduan cintamu</p>
<p>Jurusan Kimia: Kau bagaikan alkohol yang memabukkan dan membiusku bagai eter</p>
<p>Jurusan Kedokteran Hewan: Aku penyayang binatang, jadi aku tidak peduli meski kamu itu buaya</p>
<p>Jurusan Tata Busana: Indahnya baju yang kau kenakan itu pasti seindah hati orang yang mengenakannya</p>
<p>Jurusan Kepolisian: aku nggak akan tilang kamu meski kamu parkir di hatiku dan otakku setiap saat</p>
<p>Jurusan Teknik Metalurgi: cintaku padamu tak kalah membara dibandingkan api dalam tanur</p>
<p>Jurusan Hukum: salah apa aku hingga aku terpenjara dalam cintaku kepadamu</p>
<p>Jurusan Manajemen: kalo aku jadi George R. Terry aku akan mengganti fungsi manajemen dari P.O.A.C menjadi L.O.V.E karena aku selalu teringat wajahmu.</p>
<p>Jurusan Pertanian: Entah sejak kapan kau tanamkan bibit cinta ini di hatiku</p>
<p>Jurusan Perikanan: Kamu abis mancing ya? hebat kan aku tau soalnya di kail kamu ada hati aku tuh nyangkut</p>
<p>Jurusan Tata Boga: Kalo teh dikasih gula kan jadi Teh Manis, coba kalo Teh dikasih kamu, pasti jadi Teh Cantik.</p>
<p>Jurusan Arkeologi: Aku mau masuk jurusan Arkeologi biar bisa terus menggali dimana letak cinta kamu</p>
<p>Jurusan Matematika: Hidupku tanpamu bagaikan cos90=0. Kau dan aku adalah sin90=1 dan selalu bersamamu adalah tan90 = tak terhingga.</p>
<p>Jurusan Teknik Pertambangan: kecantikanmu bagaikan intan permata yang berkilau dengan indahnya</p>
<p>Jurusan Psikologi: Percuma aku masuk jurusan psikologi, karena aku masih tergila-gila kepadamu</p>
<p>Jurusan Akuntansi: Tanpamu aku tidak sempurna, bagaikan neraca lajur yang belum disesuaikan.</p>
<p>Jurusan Cinematografi: andaikan kisah cinta ini kujadikan film, pasti banyak yang iri karena aku bisa mendapatkanmu.</p>
<p>Jurusan Fotografi: Boleh minta foto kamu? Soalnya aku mau nunjukin ke semua orang bahwa malaikat itu ada.</p>
<p>Jurusan Kesehatan Masyarakat : Aku rasa, setiap orang yang melihat kamu akan kebal dari semua penyakit karena vitamin Cinta yang kamu berikan. </p>
<p>Jurusan Sejarah: Seandainya sekarang adalah tanggal 28 Oktober 1928, aku akan ubah naskah Sumpah Pemuda menjadi Sumpah Aku Cinta Kamu.</p>
<p>Jurusan Biologi: Apabila kita DNA, aku tidak mau ada enzim polimerase, agar kita tidak akan terpisahkan.</p>
<p>Jurusan Ekonomi: Cintaku padamu bagaikan pertumbuhan ekonomi China, selalu meningkat!</p>
<p>Jurusan Sastra: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T V W X Y Z. oops! I Miss U.. </p>
<p>Jurusan Geografi: Jika hatiku adalah kompas, maka kamu adalah arah Utara. Hatiku yang akan selalu mengarah kepadamu.</p>
<p>Jurusan Statistika:  Kalau kamu tanya berapa banyak frekuensi kamu datang ke pikiranku, jujur.. cuma sekali. Soalnya gak pernah pergi lagi sih..</p>
<p>Jurusan Arsitektur: Aku rasa sebentar lagi ruangan ini akan bertambah sempit. Karena bunga-bunga cintaku padamu mulai tumbuh memenuhi sudut ruang ini.</p>
<p>Jurusan Telekomunikasi (Transmisi): HP udah dimatiin, tapi tetap diusir dari pesawat, katanya sinyal cintaku ke kamu ganggu sistem komunikasi.</p>
<p>Jurusan Hubungan Internasional: Aku ga perlu jauh-jauh ke Perancis buat nemuin kamu, kamu kan udah jadi Princess di hatiku.</p>
<p>Jurusan Agama: Lupa agama? Neraka! Lupa orang tua? Durhaka! Lupa sesama? Biasa! Tapi lupa ama kamu? Mana bisa!</p>
<p>Jurusan Fisika: Menurut Einstein, energi adalah massa dikali kuadrat kecepatan cahaya. Menurut Britannica, energi adalah suatu kapasitas untuk melakukan kerja. Menurut aku,energi adalah kamu…</p>
<p>Jurusan Perpajakan: Kalo kamu menjadi fiskus, akan selalu kulebihbayarkan pajakku agar kau terus datang dan memeriksaku (dari Siapa aja boleeee)</p>
<p>Jurusan Teknik Kimia: Cintaku padamu bagaikan CSTR (Continuous Stirred Tank Reactor) dengan pemanasan steam langsung dan steady state. selalu panas membara, teraduk-aduk di dalam hatiku. (dari @anggraenidevi)</p>
<p>Jurusan Teknik Sipil:  Jembatan dibangun untuk menghubungkan dua daratan, tapi cintaku dibangunkan untuk menghubungkan dua hati. Hatiku dan hatimu. (dari herymuhendra)</p>
<p>Jurusan Bioteknologi: Aku tidak tahu mengapa, sepertinya kultur cinta mu ini tumbuh selalu dalam fase eksponensial di media hatiku. (dari Ninditasya)</p>
<p>Jurusan astronomi: Gravitasi yang terdapat pada hati kita, kunamakan itu cinta. (dari @loecalvin)</p>
<p>Jurusan meteorologi: Tak perlu aku takut hari terus hujan atau dingin bersalju, karena kamulah matahari jiwaku yang senantiasa bersinar. (dari @loecalvin)</p>
<p>Jurusan Psikologi: Pak Dosen bilang, Love itu terdiri dari Passion, Commitment, dan Intimacy… Tapi buatku tambah satu: KAMU. (dari selenatiedoll)</p>
<p>Jurusan Komunikasi: Aku tau semua definisi komunikasi. IP aku 4. Tapi satu yang aku ga bisa, mendefinisikan kata-kata cinta yang kamu ucapkan. Itu lebih rumit daripada definisi komunikasi menurut Theodore M. Newcomb. Tapi kamu selalu membuat aku mengerti setiap definisi, Sayang.. (dari @faizalkahfi)</p>
<p>Jurusan Bisnis : Kalau hatiku toko, kamulah pelanggan yang membuatnya bangkrut karena semua isinya kuberi gratis untukmu (dari Andintya)</p>
<p>Jurusan Teknik Mesin : Hatiku dalam mencintaimu adalah mesin yang tak pernah mati untuk bekerja. (dari Andintya)</p>
<p>Jurusan Farmasi : Tidak akan ada ramuan atau obat yang dapat menghentikan cintaku padamu, karena cintaku adalah ramuan tidak terlihat yang bersifat kekal. (dari Andintya)</p>
<p>Jurusan Sastra : seorang Kahlil Gibran pun pasti bingung untuk mendeskripsikan perasaanku padamu. terlalu dalam, merasuk kalbu, dan memabukkan. (dari Andintya)</p>
<p>Jurusan Penerbangan : Radar hatiku selalu bisa melacak dimana kamu berada (dari Putsce)</p>
<p>Jurusan Matematika : mencintai kamu itu seperti limit tak hingga. mencintai tanpa batas (dari Putsce)</p>
<p>Jurusan Penjas: mencintaimu itu kayak olahraga. Bikin sehat, kuat, bugar, dan senang sepanjang waktu. (dari Putsce)</p>
<p>Jurusan Hubungan Internasional : aku bisa berbahasa jepang, aku bisa berbahasa jerman, aku bisa berbahasa inggris, dan juga bahasa lainnya. tapi kamu tidak perlu repot belajar berbagai macam bahasa untuk mengetahui bahasa cinta ku padamu. (dari Kasena)</p>
<p>Jurusan Geofisika: ribuan bahkan jutaan gelombang seismik ku amati, namun hanya  gelombang cinta dari mu yang menarik perhatian. (dari Aiiuye)</p>
<p>Jurusan komunikasi: ada aksioma komunikasi yang menyatakan “We Cannot Not Communicate” dan ada juga aksioma dari hatiku yang menyatakan “We Cannot Not Love each other” (dari widyarifianti)</p>
<p>Jurusan politik: Orang-orang bisa saja menggulingkanku dari kekuasaan, tapi mereka tidak bisa menggulingkan perasaanku padamu. (dari widyarifianti)</p>
<p>Jurusan Akuntansi: Cinta itu aneh, ibarat aktiva tak berwujud/intangible asstes yang gak bisa di amortisasi, gak bisa di susutkan n gak bisa berkurang karena kerugian. (dari rrrrr)</p>
<p>Jurusan Arsitektur: Kamu adalah point of interest dimataku yang mengisi void dijiwaku dan menggetarkan façade relung hatiku. (dari SemesterEnambelas)</p>
<p>Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan : Kamu kayak senyawa theobromin di coklat yang saya makan, kafein di kopi dan teh yang saya minum = bikin ketagihaaaannnn. (dari steppanibaretta)</p>
<p>Jurusan Manajemen: Walaupun aku dituntut untuk selalu bisa mengatur waktu,tetapi aku tidak bisa mengatur waktu aku yang selalu ingin bertemu dengan kamu.. (dari Kero)</p>
<p>Jurusan Planologi: Jika seluruh badanku di-peta-kan, maka hatiku adalah Kawasan Budidaya Monokultur (dari akbarizky)</p>
<p>Jurusan Teknik Fisika : Setiap ku mendekatimu,hatiku bergetar lebih dahsyat dari getaran turbin yang membangkitkan arus AC tiga fasa 220 volt 50 hertz. (dari Febriansahsetiawan)</p>
<p>Jurusan Seni: Kamulah lukisan terindah dalam hidupku yg selalu ku gores dan kuwarnai di setiap detik waktuku… (dari Najmi)</p>
<p>Jurusan Teknik Sipil: Hidupku tanpamu bagai bangunan tanpa kolom yang akan membuat hidupku runtuh. (dari Miftah Hazmi )</p>
<p>Jurusan Kimia: Senyawa Hydrocarbons di dunia ini masih kurang lengkap untuk membuatku “alive”, hanya “cintamu” yang mampu menghidupkan aku. (dari RN)</p>
<p>Jurusan Teknik Industri: I’m not the first, but I will be the best for you (dari dika)</p>
<p>Jurusan Teknik Industri: Because love is timefull like a money (dari dika)</p>
<p>Jurusan Kedokteran: naksir kamu tuh kayak kanker stadium 4… sekali kena, susaaaahhh banget sembuhnya (Darkbluemidnight)</p>
<p>Jurusan Kesejahteraan Sosial : aku adalah pekerja sosial yang siap mengayom rakyat Indonesia tapi sistem sosialku tidak akan berjalan sempurna bila kamu menolakku untuk mengayomimu sepanjang hidupku. (dari Margaretha Eva Sari Borsiin )</p>
<p>Jurusan Kesejahteraan Sosial : Keberfungsian sosial ku seakan kembali setelah menemukan kamu dan menjadikanmu tambatan hatiku. (dari Lavoya Faradisa El Vayami)</p>
<p>Jurusan Filsafat : Cinta??? aku tak bisa memikirkannya, karena hanya kamu dipikiranku. (dari R_vanology )</p>
<p>jurusan asuransi kesehatan: cinta mu memberikan perlindungan seperti polis asuransi. (dari Mameto)</p>
<p>Jurusan Teknik Geologi : Cintamu bagaikan erupsi merapi, apa yang dilaluinya membekas didalam hatiku</p>
<p>Jurusan Teknik Oseanografi : Cintaku bagaikan gelombang pasang surutnya air laut, ketika aku bersamamu kenaikan tingkat air seperti ditarik oleh gravitasi bulan nan cantik yaitu kamu. (dari Bapatile )</p>
<p>Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika : Jika aku dapat mengukur seberapa luas dan besar cintaku yang dapat aku petakan, akan kuberikan pemetaan seakurat mungkin agar koordinat cintaku sampai tepat dihatimu (dari Bapatile )</p>
<p>Jurusan Meteorologi : Aku dapat memprakirakan cuaca yang datang hari esok, minggu depan, atau pun tahun depan. Tapi aku tak dapat memprakirakan kapan aku bisa bertemu denganmu lagi (dari Bapatile )</p>
<p>jurusan sastra jepang : alasan kenapa aku masuk sastra Jepang adalah hanya untuk melihat dirimu yang bersemi bagaikan buka sakura yang sedang bermekaran (dari Iam_mammouth)</p>
<p>sumber : http://fuckyeahmahasiswa.tumblr.com/post/3287865399</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=179&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2011/03/13/gombalan-maut-berdasarkan-jurusan-kuliah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jquery Autocomplete in Codeigniter</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2010/11/21/jquery-autocomplete-in-codeigniter/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2010/11/21/jquery-autocomplete-in-codeigniter/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Nov 2010 06:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Before you read this, i hope you understand about codeigniter directory structure, URLs, jquery (just the basic) and PHP. I&#8217;ve developed a jquery autocomplete in php, from here, to codeigniter in my own version. I never change the jqueries, CSSs, etc. I just implemented it into codeigniter. Here is: the Model &#60;?php class Automodel extends [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=157&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Before you read this, i hope you understand about codeigniter directory structure, URLs, jquery (just the basic) and PHP.</p>
<p>I&#8217;ve developed a jquery autocomplete in php, from <a href="http://www.nodstrum.com/2007/09/19/autocompleter/">here</a>, to codeigniter in my own version. I never change the jqueries, CSSs, etc. I just implemented it into codeigniter.</p>
<p>Here is: <span id="more-157"></span></p>
<p><strong>the Model</strong></p>
<p>&lt;?php<br />
class Automodel extends Model{<br />
function Automodel()<br />
{<br />
parent::Model();<br />
}</p>
<p>function get_country($string)<br />
{<br />
$this-&gt;db-&gt;select(&#8216;value&#8217;)-&gt;from(&#8216;countries&#8217;)-&gt;like(&#8216;value&#8217;,$string)-&gt;limit(10);<br />
return $this-&gt;db-&gt;get()-&gt;result();<br />
}<br />
}<br />
?&gt;</p>
<p><strong>The View</strong> named with template.php</p>
<p>&lt;!DOCTYPE html PUBLIC &#8220;-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN&#8221; &#8220;http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd&#8221;&gt;<br />
&lt;html xmlns=&#8221;http://www.w3.org/1999/xhtml&#8221;&gt;</p>
<p>&lt;head&gt;<br />
&lt;meta http-equiv=&#8221;Content-Type&#8221; content=&#8221;text/html; charset=utf-8&#8243; /&gt;<br />
&lt;title&gt;Ajax Auto Suggest&lt;/title&gt;</p>
<p>&lt;script type=&#8221;text/javascript&#8221; src=&#8221;&lt;?php echo base_url().&#8221;js/jquery-1.2.1.pack.js&#8221;?&gt;&#8221;&gt;&lt;/script&gt;<br />
&lt;script type=&#8221;text/javascript&#8221;&gt;<br />
function lookup(inputString) {<br />
if(inputString.length == 0) {<br />
// Hide the suggestion box.<br />
$(&#8216;#suggestions&#8217;).hide();<br />
} else {<br />
$.post(&#8220;http://localhost/ori/index.php/service/exists&#8221;, {a: &#8220;&#8221;+inputString+&#8221;"},<br />
function(data){</p>
<p>if(data.length &gt;0) {<br />
$(&#8216;#suggestions&#8217;).show();<br />
$(&#8216;#autoSuggestionsList&#8217;).html(data);<br />
}<br />
});<br />
}<br />
} // lookup</p>
<p>function fill(thisValue) {<br />
$(&#8216;#inputString&#8217;).val(thisValue);<br />
setTimeout(&#8220;$(&#8216;#suggestions&#8217;).hide();&#8221;, 200);<br />
}<br />
&lt;/script&gt;</p>
<p>&lt;style type=&#8221;text/css&#8221;&gt;<br />
body {<br />
font-family: Helvetica;<br />
font-size: 11px;<br />
color: #000;<br />
}</p>
<p>h3 {<br />
margin: 0px;<br />
padding: 0px;<br />
}</p>
<p>.suggestionsBox {<br />
position: relative;<br />
left: 30px;<br />
margin: 10px 0px 0px 0px;<br />
width: 200px;<br />
background-color: #212427;<br />
-moz-border-radius: 7px;<br />
-webkit-border-radius: 7px;<br />
border: 2px solid #000;<br />
color: #fff;<br />
}</p>
<p>.suggestionList {<br />
margin: 0px;<br />
padding: 0px;<br />
}</p>
<p>.suggestionList li {</p>
<p>margin: 0px 0px 3px 0px;<br />
padding: 3px;<br />
cursor: pointer;<br />
}</p>
<p>.suggestionList li:hover {<br />
background-color: #659CD8;<br />
}<br />
&lt;/style&gt;</p>
<p>&lt;/head&gt;</p>
<p>&lt;body&gt;<br />
&lt;div&gt;<br />
&lt;form &gt;<br />
&lt;div&gt;<br />
Type your county:<br />
&lt;br /&gt;<br />
&lt;input type=&#8221;text&#8221; size=&#8221;30&#8243; value=&#8221;" id=&#8221;inputString&#8221; onkeyup=&#8221;lookup(this.value);&#8221; onblur=&#8221;fill();&#8221; /&gt;<br />
&lt;/div&gt;</p>
<p>&lt;div id=&#8221;suggestions&#8221; style=&#8221;display: none;&#8221;&gt;<br />
&lt;img src=&#8221;&lt;?php echo base_url().&#8221;images/upArrow.png&#8221;?&gt;&#8221; style=&#8221;position: relative; top: -12px; left: 30px;&#8221; alt=&#8221;upArrow&#8221; /&gt;<br />
&lt;div id=&#8221;autoSuggestionsList&#8221;&gt;<br />
&amp;nbsp;<br />
&lt;/div&gt;<br />
&lt;/div&gt;<br />
&lt;/form&gt;<br />
&lt;/div&gt;</p>
<p>&lt;/body&gt;<br />
&lt;/html&gt;</p>
<p><strong>The Controller</strong></p>
<p>&lt;?php<br />
class Service extends Controller<br />
{<br />
function Service()<br />
{<br />
parent::Controller();<br />
}</p>
<p>function index()<br />
{<br />
redirect(&#8216;service/view&#8217;);<br />
}</p>
<p>function view()<br />
{<br />
$this-&gt;load-&gt;view(&#8216;template&#8217;);<br />
}</p>
<p>function exists()<br />
{<br />
$this-&gt;load-&gt;model(&#8216;automodel&#8217;,'am&#8217;);</p>
<p>$query = $this-&gt;am-&gt;get_country($_POST['a']);<br />
foreach($query as $row){<br />
echo &#8216;&lt;li onClick=&#8221;fill(\&#8221;.$row-&gt;value.&#8217;\');&#8221;&gt;&#8217;.$row-&gt;value.&#8217;&lt;/li&gt;&#8217;;<br />
}</p>
<p>}<br />
}<br />
?&gt;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=157&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2010/11/21/jquery-autocomplete-in-codeigniter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Number Format in php</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2010/10/26/number-format-in-php/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2010/10/26/number-format-in-php/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 20:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Programming]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[This is a simple number format changing in php. In here, i&#8217;ll change number format like 1,000 into 1.000. I&#8217;ll give you the source, here it is: &#60;?php $val = &#8217;12345678&#8242;; $baru = number_format($val); $hasil = &#8221;; for($i=0;$i&#60;strlen($baru);$i++) { $data = array( $i =&#62; $baru[$i] ); if($data[$i] == &#8216;,&#8217;) { unset($data[$i]); $data[$i] = &#8216;.&#8217;; } [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=147&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is a simple number format changing in php. In here, i&#8217;ll change number format like 1,000 into 1.000.<br />
I&#8217;ll give you the source, here it is:</p>
<p>&lt;?php</p>
<p>$val = &#8217;12345678&#8242;;</p>
<p>$baru = number_format($val);<br />
$hasil = &#8221;;<br />
for($i=0;$i&lt;strlen($baru);$i++)<br />
{</p>
<p>$data = array(<br />
$i =&gt; $baru[$i]<br />
);</p>
<p>if($data[$i] == &#8216;,&#8217;)<br />
{<br />
unset($data[$i]);<br />
$data[$i] = &#8216;.&#8217;;<br />
}<br />
$hasil = $hasil.$data[$i];</p>
<p>}</p>
<p>echo $hasil</p>
<p>?&gt;</p>
<p>The output will be 12.345.678</p>
<p>number_format() function will make standard number like 1,000.</p>
<p>That&#8217;s all. It is so simple, is it? <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=147&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2010/10/26/number-format-in-php/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan-Pesan Untuk Isteri</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2009/10/02/pesan-pesan-untuk-isteri/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2009/10/02/pesan-pesan-untuk-isteri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 07:11:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/2009/10/02/pesan-pesan-untuk-isteri/</guid>
		<description><![CDATA[PESAN-PESAN UNTUK ISTERI Oleh Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq Anas berkata, “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.” Ummu Humaid berkata, “Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=143&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PESAN-PESAN UNTUK ISTERI</p>
<p>Oleh<br />
Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq</p>
<p>Anas berkata, “Para Sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, maka mereka memerintahkan isteri agar berkhidmat kepada suaminya dan memelihara haknya.”<br />
<span id="more-143"></span><br />
Ummu Humaid berkata, “Para wanita Madinah, jika hendak menyerahkan seorang wanita kepada suaminya, pertama-tama mereka datang kepada ‘Aisyah dan memasukkannya di hadapannya, lalu dia meletakkan tangannya di atas kepalanya seraya mendo’akannya dan memerintahkannya agar bertakwa kepada Allah serta memenuhi hak suami”[1]</p>
<p>‘Abdullah bin Ja’far bin Abi Thalib berwasiat kepada puterinya, “Janganlah engkau cemburu, sebab itu adalah kunci perceraian, dan janganlah engkau suka mencela, karena hal itu menimbulkan kemurkaan. Bercelaklah, karena hal itu adalah perhiasan paling indah, dan farfum yang paling baik adalah air.”</p>
<p>Abud Darda&#8217; berkata kepada isterinya, “Jika engkau melihatku marah, maka redakanlah kemarahanku. Jika aku melihatmu marah kepadaku, maka aku meredakanmu. Jika tidak, kita tidak harmonis.”</p>
<p>Ambillah pemaafan dariku, maka engkau melanggengkan cintaku.<br />
Janganlah engkau berbicara dengan keras sepertiku, ketika aku sedang marah<br />
Janganlah menabuhku (untuk memancing kemarahan) seperti engkau menabuh rebana, sekalipun<br />
Sebab, engkau tidak tahu bagaimana orang yang ditinggal pergi</p>
<p>Janganlah banyak mengeluh sehingga melenyapkan dayaku<br />
Lalu hatiku enggan terhadapmu; sebab hati itu berbolak-balik</p>
<p>Sesungguhnya aku melihat cinta dan kebencian dalam hati<br />
Jika keduanya berhimpun, maka cinta pasti akan pergi</p>
<p>‘Amr bin Hajar, Raja Kindah, meminang Ummu Ayyas binti ‘Auf. Ketika dia akan dibawa kepada suaminya, ibunya, Umamah binti al-Haris menemui puterinya lalu berpesan kepadanya dengan suatu pesan yang menjelaskan dasar-dasar kehidupan yang bahagia dan kewajibannya kepada suaminya yang patut menjadi undang-undang bagi semua wanita. Ia berpesan:</p>
<p>“Wahai puteriku, engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar, dan engkau beralih pada kehidupan yang di dalamnya engkau naik untuk orang yang lalai dan membantu orang yang berakal. Seandainya wanita tidak membutuhkan suami karena kedua orang tuanya masih cukup dan keduanya sangat membutuhkanya, niscaya akulah orang yang paling tidak membutuhkannya. Tetapi kaum wanita diciptakan untuk laki-laki, dan karena mereka pula laki-laki diciptakan.</p>
<p>Wahai puteriku, sesungguhnya engkau berpisah dengan suasana yang darinya engkau keluar dan engkau berganti kehidupan, di dalamnya engkau naik kepada keluarga yang belum engkau kenal dan teman yang engkau belum terbiasa dengannya. Ia dengan kekuasaannya menjadi pengawas dan raja atasmu, maka jadilah engkau sebagai abdi, niscaya ia menjadi abdimu pula. Peliharalah untuknya 10 perkara, niscaya ini akan menjadi kekayaan bagimu.</p>
<p>Pertama dan kedua, tunduk kepadanya dengan qana’ah (merasa cukup), serta mendengar dan patuh kepadanya.</p>
<p>Ketiga dan keempat, memperhatikan mata dan hidungnya. Jangan sampai matanya melihat suatu keburukan darimu, dan jangan sampai mencium darimu kecuali aroma yang paling harum.</p>
<p>Kelima dan keenam, memperhatikan tidur dan makannya. Karena terlambat makan akan bergejolak dan menggagalkan tidur itu membuat orang marah.</p>
<p>Ketujuh dan kedelapan, menjaga hartanya dan memelihara keluarga dan kerabatnya. Inti perkara berkenaan dengan harta ialah menghargainya dengan baik, sedangkan berkenaan dengan keluarga ialah mengaturnya dengan baik.</p>
<p>Kesembilan dan kesepuluh, jangan menentang perintahnya dan jangan menyebarkan rahasianya. Karena jika engkau menyelisihi perintahnya, maka hatinya menjadi kesal dan jika engkau menyebarkan rahasianya, maka engkau tidak merasa aman terhadap pengkhianatannya. Kemudian janganlah engkau bergembira di hadapannya ketika dia bersedih, dan jangan pula bersedih di hadapannya ketika dia bergembira”[2]</p>
<p>Seseorang menikahkan puterinya dengan keponakannya. Ketika ia hendak membawanya, maka dia berkata kepada ibunya, “Perintahkan kepada puterimu agar tidak singgah di kediaman (suaminya) melainkan dalam keadaan telah mandi. Sebab, air itu dapat mencemerlangkan bagian atas dan membersihkan bagian bawah. Dan janganlah ia terlalu sering mencumbuinya. Sebab jika badan lelah, maka hati menjadi lelah. Jangan pula menghalangi syahwatnya, sebab keharmonisan itu terletak dalam kesesuaian.</p>
<p>Ketika al-Farafishah bin al-Ahash membawa puterinya, Nailah, kepada Amirul Mukminin ‘Utsman bin ‘Affan Radhitallahu ‘anhu, dan beliau telah menikahinya, maka ayahnya menasihatinya dengan ucapannya, “Wahai puteriku, engkau didahulukan atas para wanita dari kaum wanita Quraisy yang lebih mampu untuk berdandan darimu, maka peliharalah dariku dua hal ini : bercelaklah dan mandilah, sehingga aromamu adalah aroma bejana yang terguyur hujan.”</p>
<p>Abul Aswad berkata kepada puterinya, “Jangalah engkau cemburu, sebab kecemburuan itu adalah kunci perceraian. Berhiaslah, dan sebaik-baik perhiasan ialah celak. Pakailah wewangian, dan sebaik-baik wewangian ialah menyempurnakan wudhu.’”</p>
<p>Ummu Ma’ashirah menasihati puterinya dengan nasihat berikut ini yang telah diramunya dengan senyum dan air matanya: “Wahai puteriku, engkau akan memulai kehidupan yang baru… Suatu kehidupan yang tiada tempat di dalamnya untuk ibumu, ayahmu, atau untuk seorang pun dari saudaramu. Engkau akan menjadi teman bagi seorang pria yang tidak ingin ada seorangpun yang menyekutuinya berkenaan denganmu hingga walaupun ia berasal dari daging dan darahmu. Jadilah engkau sebagai isteri, wahai puteriku, dan jadilah engkau sebagai ibu baginya. Jadikanlah ia merasa bahwa engkau adalah segalanya dalam kehidupannya dan segalanya dalam dunianya. Ingatlah selalu bahwa suami itu anak-anak yang besar, jarang sekali kata-kata manis yang membahagiakannya. Jangan engkau menjadikannya merasa bahwa dengan dia menikahimu, ia telah menghalangimu dari keluargamu.</p>
<p>Perasaan ini sendiri juga dirasakan olehnya. Sebab, dia juga telah meninggalkan rumah kedua orang tuanya dan meninggalkan keluarganya karenamu. Tetapi perbedaan antara dirimu dengannya ialah perbedaan antara wanita dan laki-laki. Wanita selalu rindu kepada keluarganya, kepada rumahnya di mana dia dilahirkan, tumbuh menjadi besar dan belajar. Tetapi dia harus membiasakan dirinya dalam kehidupan yang baru ini. Ia harus mencari hakikat hidupnya bersama pria yang telah menjadi suami dan ayah bagi anak-anaknya. Inilah duniamu yang baru, wahai puteriku. Inilah masa kini dan masa depanmu. Inilah mahligaimu, di mana kalian berdua bersama-sama menciptakannya.</p>
<p>Adapun kedua orang tuamu adalah masa lalu. Aku tidak memintamu melupakan ayah dan ibumu serta saudara-saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selama-lamanya. Wahai sayangku, bagaimana mungkin ibu akan lupa belahan hatinya? Tetapi aku meminta kepadamu agar engkau mencintai suamimu, mendampingi suamimu, dan engkau bahagia dengan kehidupanmu bersamanya.”</p>
<p>Diriwayatkan bahwa Ibnu Abi ‘Udzr ad-Du&#8217;ali -pada hari-hari pemerintahan ‘Umar Radhiyallahu ‘anhu- menceraikan wanita-wanita yang dinikahinya. Sehingga muncullah kepadanya beberapa peristiwa yang tidak disukainya berkenaan dengan para wanita tersebut dari hal itu. Ketika dia mengetahui hal itu, maka dia memegang tangan ‘Abdullah bin al-Arqam sehingga membawanya ke rumahnya. Kemudian dia berkata kepada isterinya: “Aku memintamu bersumpah demi Allah, apakah engkau benci kepadaku?” Ia menjawab, “Jangan memintaku bersumpah demi Allah.” Dia mengatakan, “Aku memintamu bersumpah demi Allah.” Ia menjawab, “Ya.”</p>
<p>Kemudian dia berkata kepada Ibnul Arqam, “Apakah engkau dengar?” Kemudian keduanya bertolak hingga sampai kepada ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu lalu mengatakan, “Kalian mengatakan bahwa aku menzhalimi kaum wanita dan menceraikan mereka. Bertanyalah kepada al-Arqam.” Lalu ‘Umar bertanya kepadanya dan mengabarkannya. Lalu beliau mengirim utusan kepada isteri Ibnu Abi ‘Udzrah (untuk datang kepada ‘Umar). Ia pun datang bersama bibinya, lalu ‘Umar bertanya, “Engkaukah yang bercerita kepada suamimu bahwa engkau marah kepadanya?” Ia menjawab, “Aku adalah orang yang mula-mula bertaubat dan menelaah kembali perintah Allah kepadaku. Ia memintaku bersumpah dan aku takut berdosa bila berdusta, apakah aku boleh berdusta, wahai Amirul Mukminin?” Dia menjawab, “Ya, berdustalah. Jika salah seorang dari kalian tidak menyukai salah seorang dari kami, janganlah menceritakan hal itu kepadanya. Sebab, jarang sekali rumah yang dibangun di atas dasar cinta, tetapi manusia hidup dengan Islam dan mencari pahala”[3]</p>
<p>Kepada setiap muslimah yang memenuhi hak-hak suaminya dan takut terhadap murka Rabb-nya karena dia mengetahui hak suaminya atasnya! Inilah contoh sebagian pria yang mensifati isterinya yang tidak mengetahui hak suaminya dan tidak pula memelihara kebaikannya. Ia tidak mempercantik diri dan tidak berdandan untuknya, serta bermulut kasar. Ia mensifatinya dengan sifat yang membuat hati bergetar dan telinga terngiang-ngiang. Camkanlah sehingga engkau tidak jatuh ke tempat yang menggelincirkan ini.</p>
<p>[Disalin dari kitab Isyratun Nisaa Minal Alif Ilal Yaa, Edisi Indonesia Panduan Lengkap Nikah Dari A Sampai Z, Penulis Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin Abdir Razzaq, Penterjemah Ahmad Saikhu, Penerbit Pustaka Ibnu Katsair]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[1]. HR. Ibnu Abi Syaibah (IV/305-306).<br />
[2]. Ahkaamun Nisaa’, Ibnul Jauzi (hal. 74-78).<br />
[3]. Syarhus Sunnah (XIII/120). </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=143&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2009/10/02/pesan-pesan-untuk-isteri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mp3 player di wordpress</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2009/09/14/tes/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2009/09/14/tes/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 15:02:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[1. Pilihlah file mp3 yang ada dalam komputer anda 2. Upload file tersebut dalam penyedia layanan, seperti 4shared.com saya memakai penyedia ini 3. Jika belum terdaftar di penyedia layanan tersebut, silakan daftar terlebih dahulu. 4. Setelah terdaftar, silakan upload file mp3 anda. 5. Setelah itu, anda akan pilihlah bagian plain links, copy-paste code tersebut. 6. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=123&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span style='text-align:left;display:block;'><p><object type='application/x-shockwave-flash' data='http://s0.wp.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' width='290' height='24' id='audioplayer1'><param name='movie' value='http://s0.wp.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf' /><param name='FlashVars' value='&amp;bg=0xf8f8f8&amp;leftbg=0xeeeeee&amp;lefticon=0x666666&amp;rightbg=0xcccccc&amp;rightbghover=0x999999&amp;righticon=0x666666&amp;righticonhover=0xffffff&amp;text=0x666666&amp;slider=0x666666&amp;track=0xFFFFFF&amp;border=0x666666&amp;loader=0x9FFFB8&amp;soundFile=http%3A%2F%2Fwww.ziddu.com%2Fdownload%2F13576737%2FGenbuCity.mp3' /><param name='quality' value='high' /><param name='menu' value='false' /><param name='bgcolor' value='#FFFFFF' /><param name='wmode' value='opaque' /></object></p></span>
<p>1. Pilihlah file mp3 yang ada dalam komputer anda<br />
2. Upload file tersebut dalam penyedia layanan, seperti <a href="http://4shared.com">4shared.com</a> saya memakai penyedia ini<br />
3. Jika belum terdaftar di penyedia layanan tersebut, silakan daftar terlebih dahulu.<br />
4. Setelah terdaftar, silakan upload file mp3 anda.<br />
5. Setelah itu, anda akan pilihlah bagian plain links, copy-paste code tersebut.<br />
6. Masukkan script di bawah ini:<br />
[ audio <del datetime="2009-09-14T15:06:36+00:00">link mp3 anda</del>]<br />
7. Hapus kata yang dicoret dengan link yang telah anda dapatkan.<br />
8. Ingat, penulisan semua disambung hanya ada spasi antara audio dan link mp3 anda (ingat hanya ada spasi antara audio dan link mp3 anda. Antara karakter [ dan audio juga tidak ada spasi (ingat hanya ada spasi antara audio dan link lagu)<br />
9. Masukan script plugin yang sudah anda edit ke dalam artikel anda.</p>
<p>Terima kasih kepada :<br />
<a href="http://jimzzz.wordpress.com/2009/02/26/musik/">http://jimzzz.wordpress.com/2009/02/26/musik/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=123&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2009/09/14/tes/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
<enclosure url="http://www.ziddu.com/download/13576737/GenbuCity.mp3" length="0" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.ziddu.com/download/13576737/GenbuCity.mp3" medium="audio">
			<media:player url="http://supandir.wordpress.com/wp-content/plugins/audio-player/player.swf?soundFile=http://www.ziddu.com/download/13576737/GenbuCity.mp3" />
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Manusia Diberi Kebebasan Memilih?</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2009/08/16/apakah-manusia-diberi-kebebasan-memilih/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2009/08/16/apakah-manusia-diberi-kebebasan-memilih/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2009 10:08:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/2009/08/16/apakah-manusia-diberi-kebebasan-memilih/</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Manusia Diberi Kebebasan Memilih? Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Sholih al-&#8217;Utsaimin ditanya : &#8221; Apakah manusia dibebaskan memilih atau dijalankan?&#8221; Jawaban: Penanya seharusnya bertanya pada diri sendiri; apakah dia merasa dipaksa oleh seseorang untuk menanyakan pertanyaan ini, apakah dia memilih jenis mobil yang dia inginkan? dan berbagai pertanyaan semisalnya. Maka akan tampak jelas baginya jawaban [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=118&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Manusia Diberi Kebebasan Memilih?</p>
<p>Pertanyaan:</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Sholih al-&#8217;Utsaimin ditanya : &#8221; Apakah manusia dibebaskan memilih atau dijalankan?&#8221;</p>
<p>Jawaban:</p>
<p>Penanya seharusnya bertanya pada diri sendiri; apakah dia merasa dipaksa oleh seseorang untuk menanyakan pertanyaan ini, apakah dia memilih jenis mobil yang dia inginkan? dan berbagai pertanyaan semisalnya. Maka akan tampak jelas baginya jawaban tentang apakah dia dijalankan atau dibebaskan memilih.<br />
<span id="more-118"></span><br />
Kemudian hendaknya dia bertanya kepada diri sendiri; Apakah dia tertimpa musibah atas dasar pilihannya sendiri? Apakah dia tertimpa penyakit atas dasar pilihannya? dan berbagai pertanyaan semisalnya. Maka akan jelas baginya jawaban tentang apakah dia dijalankan atau dibebaskan memilih.</p>
<p>Sesungguhnya segala perbuatan yang dilakukan oleh orang yang memiliki akal sehat jelas dia lakukan atasa dasar pilihannya.</p>
<p>Simaklah firman Alloh</p>
<p>&#8220;Artinya : Maka barang siapa menghendaki, maka dia mengambil jalan menuju Rabb-Nya&#8221; (An-Naba: 39).</p>
<p>Dan firman Alloh.</p>
<p>&#8220;Artinya : Sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki dunia dan sebagian dari kamu ada orang yang menghendaki akhirat&#8221;. (Ali-Imran : 152)</p>
<p>Dan firman Alloh</p>
<p>&#8220;Artinya : Barang siapa menghendaki akhirat dan menempuh jalan kepadanya dan dia beriman, maka semua perbuatannya disyukuri (diterima)&#8221;. (Al-Isra&#8217; : 19).</p>
<p>Dan firman-Nya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Maka dia diwajibkan membayar fidyah, berupa puasa atau sedekah atau haji.&#8221; (Al Baqoroh : 196)</p>
<p>Dimana dalam ayat fidyah di atas, pembayar fidyah diberi kebebasan memilih apa yang akan dibayarkan.</p>
<p>Akan tetapi, apabila seseorang menghendaki sesuatu dan telah melaksanakannya, maka kita tahu bahwa Alloh telah menghendaki hal itu, sebagaimana firman-Nya</p>
<p>&#8220;Artinya : Sungguh barang siapa dari kamu menghendaki beristiqomah, maka kamu tidak akan berkehendak kecuali Alloh Rabb sekalian alam menghendakinya&#8221; (At Takwir : 29)</p>
<p>Maka sebagai kesempurnaan rububiyah-Nya, tidak ada sesuatupun terjadi di langit dan di bumi melainkan karena kehendak alloh Ta&#8217;ala</p>
<p>Adapun segala sesuatu yang menimpa seseorang atau datang darinya dengan tanpa pilihannya, seperti sakit, mati dan berbagai bencana, maka semua itu murni karena Qodar Alloh dan manusia tidak punya kebebasan memilih dan berkehendak.</p>
<p>Semoga Alloh memberi taufiq.</p>
<p>Sumber : Majalah Islam TAUHIDULLAH th. I/April-Mei 2009 M/ Rabi&#8217;ul Akhir-Jumaidil Ula 1430 H hal 29.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=118&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2009/08/16/apakah-manusia-diberi-kebebasan-memilih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makanan Haram</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2009/08/12/makanan-haram/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2009/08/12/makanan-haram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 09:16:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[MAKANAN HARAM Oleh Ustadz Abu Ubaidah Al-Atsari Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominant bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=116&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAKANAN HARAM</p>
<p>Oleh<br />
Ustadz Abu Ubaidah Al-Atsari</p>
<p>Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominant bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.<br />
<span id="more-116"></span><br />
“Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman : “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dan firmanNya yang lain : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit : “Ya Rabbi ! Ya Rabbi! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram,dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya” [Hadits Riwayat Muslim no. 1015]</p>
<p>Allah juga berfirman.</p>
<p>“Artinya : Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al-A’raf : 157]</p>
<p>Makna “ At-Thoyyibaat” bisa berarti lezat/enak, tidak membahayakan, bersih atau halal. [Lihat Fathul Bari (9/518) oleh Ibnu Hajar]</p>
<p>Sedangkan makan “Al-Khabaaits” bisa berarti sesuatu yang menjijikan, berbahaya dan haram. Sesuatu yang menjijikan seperti barang-barang najis, kotoran atau hewan-hewan sejenis ulat, kumbang, jangkrik, tikus, tokek/cecak, kalajengking, ular dan sebagainya sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan Syafi’i. [Lihat Al-Mughni (13/317) oleh Ibnu Qudamah]. Sesuatu yang membahayakan seperti racun, narkoba dengan aneka jenisnya, rokok dan sebagainya. Adapun makanan haram seperti babi, bangkai dan sebagainya.</p>
<p>KAIDAH PENTING TENTANG MAKANAN<br />
Sebelum melangkah lebih lanjut, perlu kita tegaskan terlebih dahulu bahwa asal hukum segala jenis makanan baik dari hewan, tumbuhan, laut maupun daratan adalah halal. Allah berfirman.</p>
<p>“Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” [Al-Baqarah : 168]</p>
<p>Tidak boleh bagi seorang untuk mengharamkan suatu makanan kecuali berlandaskan dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih. Apabila seorang mengharamkan tanpa dalil, maka dia telah membuat kedustaan kepada Allah, Rabb semesta alam. FirmanNya.</p>
<p>“Artinya : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan lebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” [An-Nahl : 116]</p>
<p>MAKANAN HARAM<br />
Karena asal hukum makanan adalah halal, maka Allah tidak merinci dalam Al-Qur’an satu persatu, demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-haditsnya. Lain halnya dengan makanan haram, Allah telah memerinci secara detail dalam Al-Qur’an atau melalui lisan rasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Allah berfirman.</p>
<p>“Artinya : Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkanNya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya” [Al-An’am : 119]</p>
<p>Perincian penjelasan tentang makanan haram, dapat kita temukan dalam surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut ;</p>
<p>“Artinya : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” [Al-Maidah : 3]</p>
<p>Dari ayat di atas dapat kita ketahui beberapa jenis makanan haram yaitu :</p>
<p>[1]. BANGKAI<br />
Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu. Hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi agama dan badan manusia sangat nyata, sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Bangkai ada beberapa macam sebagai berikut.</p>
<p>[a].Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak.<br />
[b].Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik.<br />
[c]. Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati<br />
[d]. An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya [Lihat Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir]</p>
<p>Sekalipun bangkai haram hukumnya tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits.</p>
<p>“Artinya : Dari Ibnu Umar berkata: &#8221; Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedang dua darah yaitu hati dan limpa.&#8221; [Shahih. Lihat takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/Th.11]</p>
<p>Rasululah juga pernah ditanya tentang air laut, maka beliau bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Laut itu suci airnya dan halal bangkainya&#8221; [Shahih. Lihat takhrijnya dalam Al-Furqan 26 edisi 3/Th 11]</p>
<p>Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani berkata dalam Silsilah As-Shahihah (no. 480): &#8220;Dalam hadits ini terdapat faedah penting yaitu halalnya setiap bangkai hewan laut sekalipun terapung di atas air (laut)? Beliau menjawab: &#8220;Sesungguhnya yang terapung itu termasuk bangkainya sedangkan Rasulullah bersabda: &#8220;Laut itu suci airnya dan halal bangkainya&#8221; [Hadits Riwayat Daraqutni : 538]</p>
<p>Adapun hadits tentang larangan memakan sesuatu yang terapung di atas laut tidaklah shahih. [Lihat pula Al-Muhalla (6/60-65) oleh Ibnu Hazm dan Syarh Shahih Muslim (13/76) oleh An-Nawawi]</p>
<p>[2]. DARAH<br />
Yaitu darah yang mengalir sebagaimana dijelaskan dalam ayat lainnya :</p>
<p>&#8220;Artinya : Atau darah yang mengalir&#8221; [Al-An'Am : 145]</p>
<p>Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Sa&#8217;id bin Jubair. Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang diantara mereka merasa lapar, maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat dari tulang atau sejenisnya, lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman. Oleh karena itulah, Allah mengharamkan darah pada umat ini. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/23-24]</p>
<p>Sekalipun darah adalah haram, tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas tadi. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih. Semuanya itu hukumnya halal. Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: &#8221; Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka tidak ada satupun dari kalangan ulama&#8217; yang mengharamkannya&#8221;. [Dinukil dari Al-Mulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. Shahih Al-Fauzan]</p>
<p>[3]. DAGING BABI<br />
Babi, baik peliharaan maupun liar, jantan maupun betina. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. Tentang keharamannya, telah ditandaskan dalam al-Qur&#8217;an, hadits dan ijma&#8217; ulama.</p>
<p>Hikmah pengharamannya karena babi adalah hewan yang sangat menjijikan dangan mengandung penyakit yang sangat berbahaya. Oleh karena itu,makanan kesukaan hewan ini adalah barang-barang yang najis dan kotor. Daging babi sangat berbahaya dalam setiap iklim, lebih-lebih pada iklim panas sebagaimana terbukti dalam percobaan. Makan daging babi dapat menyebabkan timbulnya satu virus tunggal yang dapat mematikan. Penelitian telah menyibak bahwa babi mempunyai pengaruh dan dampak negatif dalam masalah iffah (kehormatan) dan kecemburuan sebagaimana kenyataan penduduk negeri yang biasa makan babi. Ilmu modern juga telah menyingkap akan adanya penyakit ganas yang sulit pengobatannya bagi pemakan daging babi. [Dari penjelasan Syaikh Abdul Aziz bin Baz sebagaimana dalam Fatawa Islamiyyah 3/394-395]</p>
<p>[4]. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH<br />
Yakni setiap hewan yang disembelih dengan selain nama Allah hukumnya haram, karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. Oleh karenanya, apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung, taghut, berhala dan lain sebagainya , maka hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama.</p>
<p>[5]. HEWAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS<br />
Yakni hewan yang diterkam oleh harimau, serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudia mati karenanya, maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. Semua itu hukumnya haram dengan kesepakatan ulama. Orang-orang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang diterkam oleh binatang buas baik kambing, unta, sapi dan lain sebagainya, maka Allah mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin.</p>
<p>Al-Mauqudhah, Al-Munkhaniqoh, Al-Mutaraddiyah, An-Nathihah dan hewan yang diterkam binatang buas apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar&#8217;i, maka hewan tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal.</p>
<p>[6]. BINATANG BUAS BERTARING<br />
Hal ini berdasarkan hadits :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan&#8221; [Hadits Riwayat. Muslim no. 1933]</p>
<p>Perlu diketahui bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ditegaskan Imam Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (1/125) dan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah dalam I&#8217;lamul Muwaqqi&#8217;in (2/118-119).</p>
<p>Maksudnya &#8220;dziinaab&#8221; yakni binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala, singa, anjing, macan tutul, harimau, beruang, kera dan sejenisnya. Semua itu haram dimakan&#8221;. [Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi]</p>
<p>Hadits ini secara jelas menunjukkan haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja. Pendapat yang menyatakan makruh saja adalah pendapat yang salah. [Lihat At-Tamhid (1/111) oleh Ibnu Abdil Barr, I'lamul Muwaqqi'in (4-356) oleh Ibnu Qayyim dan As-Shahihah no. 476 oleh Al-Albani]</p>
<p>Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan dalam At-Tamhid (1/127): &#8220;Saya tidak mengetahui persilangan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin bahwa kera tidak boleh dimakan dan tidak boleh dijual karena tidak ada manfaatnya. Dan kami tidak mengetahui seorang ulama pun yang membolehkan untuk memakannya. Demikian pula anjing, gajah dan seluruh binatang buas yang bertaring. Semuanya sama saja bagiku (keharamannya). Dan hujjah adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bukan pendapat orang&#8230;.&#8221;.</p>
<p>Para ulama berselisih pendapat tentang musang. Apakah termasuk binatang buas yang haram ataukah tidak ? Pendapat yang rajih bahwa musang adalah halal sebagaimana pendapat Imam Ahmad dan Syafi&#8217;i berdasarkan hadits.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Ibnu Abi Ammar berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang, apakah ia termasuk hewan buruan ? Jawabnya: &#8220;Ya&#8221;. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan ? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya lagi: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ? Jawabnya: Ya. [Shahih. Hadits Riwayat Abu Daud (3801), Tirmidzi (851), Nasa'i (5/191) dan dishahihkan Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al- Baihaqi, Ibnu Qoyyim serta Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir (1/1507)]</p>
<p>Lantas apakah hadits Jabir ini bertentangan dengan hadits larangan di atas? ! Imam Ibnu Qoyyim menjelaskan dalam I&#8217;lamul Muwaqqi&#8217;in (2/120) bahwa tidak ada kontradiksi antara dua hadits di atas. Sebab musang tidaklah termasuk kategori binatang buas, baik ditinjau dari segi bahasa maupun segi urf (kebiasaan) manusia. Penjelasan ini disetujui oleh Al-Allamah Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (5/411) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani dalam At-Ta&#8217;liqat Ar-Radhiyyah (3-28)</p>
<p>[7]. BURUNG YANG BERKUKU TAJAM<br />
Hal ini berdasarkan hadits.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Ibnu Abbas berkata: &#8220;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam&#8221; [Hadits Riwayat Muslim no. 1934]</p>
<p>Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234) &#8220;Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda, elang dan sejenisnya&#8221;. Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim 13/72-73: &#8220;Dalam hadits ini terdapat dalil bagi madzab Syafi&#8217;i, Abu Hanifah, Ahmad, Daud dan mayoritas ulama tentang haramnya memakan binatang buas yang bertaring dan burung<br />
yang berkuku tajam.&#8221;</p>
<p>[8]. KHIMAR AHLIYYAH (KELEDAI JINAK)<br />
Hal ini berdasarkan hadits</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Jabir berkata: &#8220;Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda&#8221;. [Hadits Riwayat Bukhori no. 4219 dan Muslim no. 1941]</p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan begini.</p>
<p>&#8220;Artinya : Pada perang Khaibar, mereka meneyembelih kuda, bighal dan khimar. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda&#8221; [Shahih. HR Abu Daud (3789), Nasa'i (7/201), Ahmad (3/356), Ibnu Hibban (5272), Baihaqi (9/327), Daraqutni (4/288-289) dan Al-Baghawi dalam Syarhu Sunnah no. 2811]</p>
<p>Dalam hadits di atas terdapat dua masalah :</p>
<p>Pertama : Haramnya keledai jinak. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat, tabi&#8217;in dan ulama setelah mereka berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas seperti di atas. Adapaun keledai liar, maka hukumnya halal dengan kesepakatan ulama. [Lihat Sailul Jarrar (4/99) oleh Imam Syaukani]</p>
<p>Kedua : Halalnya daging kuda. Ini merupakan pendapat Zaid bin Ali, Syafi&#8217;i, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih dan mayoritass ulama salaf berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas di atas. Ibnu Abi Syaiban meriwayatkan dengan sanadnya yang sesuai syarat Bukhari Muslim dari Atha&#8217; bahwa beliau berkata kepada Ibnu Juraij: &#8221; Salafmu biasa memakannya (daging kuda)&#8221;. Ibnu Juraij berkata: &#8220;Apakah sahabat Rasulullah ? Jawabnya : Ya. (Lihat Subulus Salam (4/146-147) oleh Imam As-Shan&#8217;ani]</p>
<p>[9]. AL-JALLALAH<br />
Hal ini berdasarkan hadits.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki&#8221;. [Hadits Riwayat. Abu Daud no. 2558 dengan sanad shahih]</p>
<p>Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memakan jallalah dan susunya.&#8221; [Hadits Riwayat. Abu Daud : 3785, Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189]</p>
<p>Dari Amr bin Syu&#8217;aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari keledai jinak dan jalalah, menaiki dan memakan dagingnya &#8221; [Hadits Riwayat Ahmad (2/219) dan dihasankan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648]</p>
<p>Maksud Al-Jalalah yaitu setiap hewan baik hewan berkaki empat maupun berkaki dua yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manusia/hewan dan sejenisnya. (Fahul Bari 9/648). Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf (5/147/24598) meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mengurung ayam yang makan kotoran selama tiga hari. [Sanadnya shahih sebagaimana dikatakan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648]</p>
<p>Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah (11/254) juga berkata: &#8220;Kemudian menghukumi suatu hewan yang memakan kotoran sebagai jalalah perlu diteliti. Apabila hewan tersebut memakan kotoran hanya bersifat kadang-kadang, maka ini tidak termasuk kategori jalalah dan tidak haram dimakan seperti ayam dan sejenisnya&#8230;&#8221;</p>
<p>Hukum jalalah adalah haram dimakan sebagaimana pendapat mayoritas Syafi&#8217;iyyah dan Hanabilah. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Ibnu Daqiq Al-&#8217;Ied dari para fuqaha&#8217; serta dishahihkan oleh Abu Ishaq Al-Marwazi, Al-Qoffal, Al-Juwaini, Al-Baghawi dan Al-Ghozali. [Lihat Fathul Bari (9/648)]</p>
<p>Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya. Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang, maka tidak lagi haram hukumnya, bahkan hukumnya hahal secara yakin dan tidak ada batas waktu tertentu. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): &#8220;Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar.&#8221;. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta&#8217;liqat Ar-<br />
Radhiyyah (3/32).</p>
<p>[10]. AD-DHAB (HEWAN SEJENIS BIAWAK) BAGI YANG MERASA JIJIK DARINYA<br />
Berdasarkan hadits .</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abdur Rahman bin Syibl berkata: Rasulullah melarang dari makan dhab (hewan sejenis biawak). [Hasan. HR Abu Daud (3796), Al-Fasawi dalam Al-Ma'rifah wa Tarikh (2/318), Baihaqi (9/326) dan dihasankan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam FathulBari (9/665) serta disetujui oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 2390)]</p>
<p>Benar terdapat beberapa hadits yang banyak sekali dalam Bukhari Muslim dan selainnya yang menjelaskan bolehnya makan dhab baik secara tegas berupa sabda Nabi maupun taqrir (persetujuan Nabi). Diantaranya , Hadits Abdullah bin Umar secara marfu&#8217; (sampai pada nabi).</p>
<p>“Artinya : Dhab, saya tidak memakannya dan saya juga tidak mengharamkannya.&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari no.5536 dan Muslim no. 1943]</p>
<p>Demikian pula hadits Ibnu Abbas dari Khalid bin Walid bahwa beliau pernah masuk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke rumah Maimunah. Di sana telah dihidangkan dhab panggang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkehendak untuk mengambilnya. Sebagian wanita berkata : Khabarkanlah pada Rasulullah tentang daging yang hendak beliau makan !, lalu merekapun berkata : Wahai Rasulullah, ini adalah daging dhab. Serta merta Rasulullah mengangkat tangannya. Aku bertanya : Apakah daging ini haram hai Rasulullah? Beliau menjawab : “Tidak, tetapi hewan ini tidak ada di kampung kaumku sehingga akupun merasa tidak enak memakannya. Khalid berkata : Lantas aku mengambil dan memakannya sedangkan Rasulullah melihat. [Hadits Riwayat Bukhari no. 5537 dan Muslim no. 1946]</p>
<p>Dua hadit ini serta banyak lagi lainnya –sekalipun lebih shahih dan lebih jelas- tidak bertentangan dengan hadits Abdur Rahman bin Syibl di atas atau melazimkan lemahnya, karena masih dapat dikompromikan diantara keduanya.Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/666) menyatukannya bahwa larangan dalam hadits Abdur Rahman Syibl tadi menunjukkan makruh bagi orang yang merasa jijik untuk memakan dhab. Adapun hadits-hadits yang menjelaskan bolehnya dhab, maka ini bagi mereka yang tidak merasa jijik untuk memakannya. Dengan demikian, maka tidak melazimkan bahwa dhab hukumnya makruh secara mutlak. [Lihat pula As-Shahihah (5/506) oleh Al-Albani dan Al-Mausu’ah Al-Manahi As-Syar’iyyah (3/118) oleh Syaikh Salim Al-Hilali]</p>
<p>[11]. HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH<br />
&#8220;Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam.&#8221; [Hadits Riwayat Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz "kalajengking: gantinya "ular"]</p>
<p>Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): &#8220;Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya, karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan&#8221; [Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu' Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh tokek/cecak&#8221; [Hadits Riwayat. Bukhari no. 3359 dan Muslim 2237). Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (6/129) : "Tokek/cecak telah<br />
disepakati keharaman memakannya".</p>
<p>[12]. HEWAN YANG DILARANG UNTUK DIBUNUH<br />
&#8220;Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon, burung hud-hud dan burung surad &#8221; [Hadits Riwayat Ahmad (1/332,347), Abu Daud (5267), Ibnu Majah (3224), Ibnu Hibban (7/463) dan dishahihkan Baihaqi dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis 4/916]</p>
<p>Imam syafi&#8217;i dan para sahabatnya mengatakan: &#8220;Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya.&#8221; [Lihat Al-Majmu' (9/23) oleh Nawawi]</p>
<p>Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut, nampaknya disepakati keharamannya. [Lihat Subul Salam 4/156, Nailul Authar 8/465-468, Faaidhul Qadir 6/414 oleh Al-Munawi]</p>
<p>&#8220;Artinya : Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuhnya” [Hadits Riwayat Ahmad (3/453), Abu Daud (5269), Nasa'i (4355), Al-Hakim (4/410-411), Baihaqi (9/258,318) dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani]</p>
<p>Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafi&#8217;i. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar, Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal kecuali katak. [Lihat pula Al-Majmu' (9/35), Al-Mughni (13/345), Adhwaul Bayan (1/59) oleh Syaikh As-Syanqithi, Aunul Ma'bud (14/121) oleh Adzim Abadi dan Taudhihul Ahkam (6/26) oleh Al-Bassam]</p>
<p>[13]. BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM<br />
Sebagai penutup pembahasan ini, ada sebuah pertanyaan : “Adakah ayat Qur’an atau Hadits shahih yang menyatakan bahwa binatang yang hidup di dua alam haram hukum memakannya seperti kepiting, kura-kura, anjing laut dan kodok?”.</p>
<p>Jawab secara umum : Perlu kita ingat lagi kaidah penting tentang makanan yaitu asal segala jenis makanan adalah halal kecuali apabila ada dalil yang mengharamkannya. Dan sepanjang pengetahuan kami tiddak ada dalil dari Al-Qur&#8217;an dan hadits yang shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya &#8220;asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yangmengharamkannya. [Lihat pula “Soal jawab” Juz. 2 hal. 658 oleh Ustadz A Hassan dkk]</p>
<p>Adapun jawaban secara terperinci :</p>
<p>Kepiting &#8211; hukumnya halal sebagaimana pendapat Atha&#8217; dan Imam Ahmad. [Lihat Al-Mughni 13/344 oleh Ibnu Qudamah dan Al-Muhalla 6/84 oleh Ibnu Hazm]</p>
<p>Kura-kura dan Penyu &#8211; juga halal sebagaimana madzab Abu Hurairah, Thawus, Muhammad bin Ali, Atha&#8217;, Hasan Al-Bashri dan fuqaha&#8217; Madinah. [Lihat Al-Mushannaf (5/146) Ibnu Abi Syaibah dan Al-Muhalla (6/84]</p>
<p>Anjing laut &#8211; juga halal sebagaimana pendapat Imam Malik, Syafi&#8217;i, Laits, Sya&#8217;bi dan Al-Auza&#8217;i [Lihat Al-Mughni 13/346]</p>
<p>Katak/kodok &#8211; hukumnya haram secara mutlak menurut pendapat yang rajih karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas. Wallahu A’lam</p>
<p>Demikianlah pembahasan yang dapat kami sampaikan. Apabila benar, maka itu dari Allah dan apabila salah, maka hal itu karena kemiskinan penulis dari perbendaharaan ilmu yang mulia ini dan penulis menerima nasehat dan kritik pembaca semua.</p>
<p>[Disalin dari majalah Al Furqon, Edisi : 12 Tahun II/Rojab 1424. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat : Maktabah Ma’had</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=116&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2009/08/12/makanan-haram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Mendengarkan Musik Dan Lagu Serta Mengikuti Sinetron</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2009/08/07/hukum-mendengarkan-musik-dan-lagu-serta-mengikuti-sinetron/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2009/08/07/hukum-mendengarkan-musik-dan-lagu-serta-mengikuti-sinetron/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 02:09:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[HUKUM MENDENGARKAN MUSIK DAN LAGU SERTA MENGIKUTI SINETRON Oleh Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum mendengarkan musik dan lagu ? Apa hukum menyaksikan sinetron yang di dalamnya terdapat para wanita pesolek ? Jawaban Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=114&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>HUKUM MENDENGARKAN MUSIK DAN LAGU SERTA MENGIKUTI SINETRON</p>
<p>Oleh<br />
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin</p>
<p>Pertanyaan<br />
Syaikh Muhamamd bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum mendengarkan musik dan lagu ? Apa hukum menyaksikan sinetron yang di dalamnya terdapat para wanita pesolek ?</p>
<p>Jawaban<br />
<span id="more-114"></span><br />
Mendengarkan musik dan nyanyian haram dan tidak disangsikan keharamannya. Telah diriwayatkan oleh para sahabat dan salaf shalih bahwa lagu bisa menumbuhkan sifat kemunafikan di dalam hati. Lagu termasuk perkataan yang tidak berguna. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan&#8221;.[Luqman : 6]</p>
<p>Ibnu Mas&#8217;ud dalam menafsirkan ayat ini berkata : &#8220;Demi Allah yang tiada tuhan selainNya, yang dimaksudkan adalah lagu&#8221;.</p>
<p>Penafsiran seorang sahabat merupakan hujjah dan penafsirannya berada di tingkat tiga dalam tafsir, karena pada dasarnya tafsir itu ada tiga. Penafsiran Al-Qur&#8217;an dengan ayat Al-Qur&#8217;an, Penafsiran Al-Qur&#8217;an dengan hadits dan ketiga Penafsiran Al-Qur&#8217;an dengan penjelasan sahabat. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa penafsiran sahabat mempunyai hukum rafa&#8217; (dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam). Namun yang benar adalah bahwa penafsiran sahabat tidak mempunyai hukum rafa&#8217;, tetapi memang merupakan pendapat yang paling dekat dengan kebenaran.</p>
<p>Mendengarkan musik dan lagu akan menjerumuskan kepada suatu yang diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam haditsnya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Akan ada suatu kaum dari umatku menghalalkan zina, sutera, khamr dan alat musik&#8221;.</p>
<p>Maksudnya, menghalalkan zina, khamr, sutera padahal ia adalah lelaki yang tidak boleh menggunakan sutera, dan menghalalkan alat-alat musik. [Hadits Riwayat Bukhari dari hadits Abu Malik Al-Asy'ari atau Abu Amir Al-Asy'ari]</p>
<p>Berdasarkan hal ini saya menyampaikan nasehat kepada para saudaraku sesama muslim agar menghindari mendengarkan musik dan janganlah sampai tertipu oleh beberapa pendapat yang menyatakan halalnya lagu dan alat-alat musik, karena dalil-dalil yang menyebutkan tentang haramnya musik sangat jelas dan pasti. Sedangkan menyaksikan sinetron yang ada wanitanya adalah haram karena bisa menyebabkan fitnah dan terpikat kepada perempuan. Rata-rata setiap sinetron membahayakan, meski tidak ada wanitanya atau wanita tidak melihat kepada pria, karena pada umumnya sinetron adalah membahayakan masyarakat, baik dari sisi prilakunya dan akhlaknya.</p>
<p>Saya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala agar menjaga kaum muslimin dari keburukannya dan agar memperbaiki pemerintah kaum muslimin, karena kebaikan mereka akan memperbaiki kaum muslimin. Wallahu a&#8217;lam.</p>
<p>[Fatawal Mar'ah 1/106]</p>
<p>[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan Penerbitan Darul Haq. Penerjemah Amir Hamzah Fakhrudin]<br />
Diambil dari http://www.almanhaj.or.id/content/1668/slash/0</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=114&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2009/08/07/hukum-mendengarkan-musik-dan-lagu-serta-mengikuti-sinetron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berprasangka Baik terhadap Takdir Alloh</title>
		<link>http://supandir.wordpress.com/2009/03/15/berprasangka-baik-terhadap-takdir-alloh/</link>
		<comments>http://supandir.wordpress.com/2009/03/15/berprasangka-baik-terhadap-takdir-alloh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Mar 2009 13:20:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Oddy Virgantara Putra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://supandir.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Seorang yang berjiwa besar adalah orang yang siap menerima segala takdir dari Alloh yang telah tegak atas dirinya. Baik itu takdir yang baik maupun yang buruk (menurutnya). Kenapa saya menempatkan tanda kurung pada kata menurutnya? Alloh Pemberi Rohmat, RohmatNya lebih luas dibanding dengan MurkaNya. Alloh Maha Pemaaf, Alloh Maha Pemurah. Kadang manusia merasa bahwa apa-apa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=111&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang yang berjiwa besar adalah orang yang siap menerima segala takdir dari Alloh yang telah tegak atas dirinya. Baik itu takdir yang baik maupun yang buruk (menurutnya). Kenapa saya menempatkan tanda kurung pada kata menurutnya?<br />
<span id="more-111"></span><br />
Alloh Pemberi Rohmat, RohmatNya lebih luas dibanding dengan MurkaNya. Alloh Maha Pemaaf, Alloh Maha Pemurah. Kadang manusia merasa bahwa apa-apa yang menimpa dirinya itu, berupa: bencana, cacat, keburukan, ketidaksenangan, tidaklah adil. Seandainya seseorang itu merenungi lebih jauh lagi, jika seseorang mengatakan bahwa Alloh tidak adil, apakah pantas dia berkata seperti itu?<br />
Tidakkah dia rasakan, yang selama ini dia makan, dari mana asalnya? Siapa yang memberi?<br />
Pakaian yang dia pakai, dari mana?<br />
Uang yang didapat, siapa yang memberi?<br />
Bumi, yang sekarang ini menjadi tempat tinggalnya, milik siapa?<br />
Pantaskah dia berkata seperti itu? Tidakkah dia malu? Lalu siapa yang dianggap lebih adil jika Rabb dan NabiNya sudah dianggap tidak adil?</p>
<p>Sudahlah&#8230;</p>
<p>Gunakanlah akal sehatmu, kembalilah ke fitrohmu. </p>
<p>Ambil hikmahnya saja<br />
Mungkin Alloh memberikan musibah bagi kita sebagai akibat dosa-dosa yang kita lakukan.<br />
Mungkin Alloh memberikan kita cacat agar kita tidak pergi ke tempat maksiat.<br />
Mungkin Alloh memberikan kita keburukan agar kita tidak berbuat maksiat.<br />
Mungkin Alloh memberikan itu semua sebagai ujian untuk mengangkat derajat kita.<br />
Mungkin Alloh memberikan penyakit sebagai kafarah atas dosa-dosa yang kita lakukan.</p>
<p>Bersabarlah&#8230; atau bahkan bersyukur menerima itu semua. Kenapa malah bersyukur? karena mungkin Alloh masih memperhatikan kita. Tidakkah engkau dengar, Fir&#8217;aun, Qarun, mereka tenggelam karena kesombongan yang mereka lakukan.</p>
<p>Alloh menangguhkan bagi mereka adzab di dunia. Nantinya mereka akan diadzab dengan adzab yang pedih di akhirat.</p>
<p>Demikian juga dengan orang kafir. Jangan pernah tertipu dengan kekayaan yang mereka miliki. Orang kafir jika berbuat suatu kebaikan, maka Alloh akan langsung membalasnya di dunia tapi Alloh menangguhkan adzab bagi mereka.<br />
Sedangkan orang mukmin, Alloh akan membalas kebaikan mereka di akhirat kelak dengan balasan yang belum pernah mereka lihat, dengar, cium dan rasakan.</p>
<p>Berbahagialah wahai kaum muslimin&#8230;</p>
<p>Berprasangka baiklah kepada Alloh, niscaya Alloh akan menambah ni&#8217;matmu.</p>
<p>Tetap teguhlah di jalan-Nya. Hingga akhir hayatmu</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/supandir.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/supandir.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=supandir.wordpress.com&amp;blog=4937299&amp;post=111&amp;subd=supandir&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://supandir.wordpress.com/2009/03/15/berprasangka-baik-terhadap-takdir-alloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd446fcb92b13d9cb0d510585e98fae5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Usamah</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
